Ormas Islam Sumut : Bubarkan Aliran Ahmadiyah
17 Mei 2008 | 12:33 WIB
Medan ( Berita ) : 500 Massa tergabung dalam aliansi Ormas Islam Sumatera Utara berunjukrasa ke gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan, Jum’at [16/05], massa mendesak pemerintah Indonesia membubarkan aliran Ahmadiyah
Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara berunjukrasa tersebut yakni, Muhammadiyah, Al Washliyah, Nahdhatul Ulama, Al Ittihadiyah, IKADI, JPRMI, Front Pembela Islam ( FPI), Arimatea dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia ( DDII ), selanjutnya Puskomda FSLDK, BKPRMI, KAMMI, JBMI, Nurul Muslimah, Rempala, Azzikra, Tazkirah, Kalami, Safiratunnisa, PBI, FPU, Gema Khadizah dan Salimah..
Massa datang berjalan dari Mesjid Agung, berorasi di halaman gedung wakil rakyat sambil berorasi dan membentangkan spanduk. Mereka meminta Anggota DPRDSU menyurati Pemerintah pusat untuk membubarkan aliran Ahmadiyah.
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara mendesak pemerintah secepatnya mengeluarkan Surat Keterangan Bersama ( SKB ) tiga Menteri, membubarkan Ahmadiyah.
Pengunjukrasa dalam pernyataan sikapnya juga mengajak pengikut Ahmadiyah dan pendukung untuk segera bertobat dengan sungguh-sungguh. Sebab, Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara menilai aliran Ahmadiyah merupakan aliran sesat dan menyesatkan.
Untuk itu , pengunjukrasa menegaskan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) harus berani segera membubarkan Ahmadiyah. ” Jika pemerintah tidak berani tegas membubarkan aliran Ahmadiyah yang sesat dan menyesatkan tersebut, maka sebaiknya Presiden SBY mundur dari jabatannya. Sebab, Majelis Ulama sendiri telah secara tegas menyatakan bahwasanya Ahmadiyah merupakan aliran sesat dan menyesatkan. ” kata Abdul Mutholib dari FPI Sumut dalam Orasinya.
Jika pemerintah tidak berani tegas menyatakan menolak aliran Ahmadiyah, maka sebaiknya pemerintah juga mengeluarkan keputusan , menyatakan aliran Ahmadiyah merupakan agama baru di luar Islam. ” Ini diperlukan , agar umat Islam tidak ikut sesat mengikuti penganut aliran Ahmadiyah.
Aliran Ahmadiyah ini nyata-nyata sesat, karena telah menyatakan bahwasanya ada nabi sesudah Nabi Muhammad SAW. Untuk itu, kepada umat lain yakni selain Islam agar tidak mengomentari dan mencapuri urusan internal umat Islam, ”tegasnya ( MU/015)


Comments