Menlu Hassan Adakan Pertemuan Informal Dengan Menlu China
17 Mei 2008 | 14:59 WIB
Beijing ( Berita ) : Menlu Hassan Wirajuda, Sabtu [17/05] , di Beijing, mengadakan pertemuan informal dengan Menlu China Yang Jiechi, usai melakukan perjalanan resmi ke tiga negara Asia Tengah untuk selanjutnya melakukan perjalanan ke Singapura bertemu dengan para Menlu ASEAN membahas bantuan benacan alam di Myanmar.
“Pertemuan saya dengan Menlu China selama satu jam sifatnya informal dan membicarakan berbagai aspek hubungan bilateral, termasuk soal Myanmar, baik dari segi politik dan kaitannya dengan situasi kemanusiaan,” kata Menlu Hassan, kepada pers usai melakukan pertemuan itu, di Beijing, Sabtu.
Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Wakil Kepala Perwakilan RI di Beijing Mohamad Oemar, Kepala Fungsi Pelaksana Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) KBRI Beijing Rosmalawati Chalid, serta Sekretaris III Pensosbud KBRI Beijing Arianto Surojo.
Menurut dia, pembicaraan mengenai masalah bilateral antara lain disampaikan mengenai hasil positif kunjungan 174 pengusaha China ke Indonesia pada 15-16 Mei 2008 yang ingin berinvestasi ke Indonesia. “Dari laporan yang diterima dan telah saya sampaikan ke Menlu Yang Jiechi, kadatangan para pengusaha China itu telah berjalan baik dan sudah mengarah pembicaraan transaksi perdagangan dan investasi,” kata Menlu Hassan.
Dalam pertemuan itu juga dibicarakan mengenai rencana kunjungan resmi Menlu Hassan ke Beijing sebagai bentuk kunjungan balasan Menlu China ke Jakarta tahun 2007. Menlu Hassan mengatakan, rencana kunjungannya ke Beijing nantinya akan membahas dan menandatangani sejumlah kesepakatan penting, antara lain penandatanganan kerjasama ekstradisi kedua negara yang sesungguhnya telah diselesaikan sejak tahun 2008, disamping menyelesaikan penjabaran rencana kerja dari Kerjasama Strategis yang telah ditandatangani Presiden Yudhoyono dan Presiden Hu Jintao tahun 2005. “Kunjungan saya ke Beijing mendatang akan memiliki agenda besar dalam upaya mempererat dan meluaskan berbagai hubungan bilateral kedua negara,” kata Menlu Hassan.
Dalam pertemuan dengan Menlu Jiechi, dikatakan dirinya juga menyampaikan rasa duka cita mendalam dan simpati terhadap pemerintah China dan masyarakat di Provinsi Sichuan, yang menjadi korban bencana gempa pada Senin 12 Mei 2008. “Saya atas nama pribadi dan pemerintah juga menyampaikan rasa duka mendalam dan simpati atas kejadian gempa yang melanda di Provinsi Sichuan,” katanya.
Menlu Hassan yakin bahwa pemerintah China akan sanggup mengatasi bencana alam tersebut dengan sebaik-baiknya dan bisa segera merehabilitasi sejumlah bangunan dan infrastruktur yang rusak.
Asia Tengah
Indonesia secara aktif meningkatkan kerjasama berbagai bidang dengan negara-negara di Kawasan Asia Tengah seperti Azerbaijan, Uzbekistan dan Kazakhstan mengingat ketiga negara itu secara ekonomis sangat dinamis dan berpotensi.
“Ketiga negara itu secara ekonomis sangat dinamis dan Indonesia memiliki keperluan untuk meningkatkan dan memperdalam hubungan bilateral, tidak saja politik tapi juga ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata hingga sosial budaya,” kata Menlu Hassan Wirajuda, di Beijing, Sabtu.
Hal tersebut dikemukakan Menlu ketika singgah di Beijing usai melakukan kunjungan resmi ke tiga negara Asia Tengah tersebut yang juga didampingi oleh 17 pengusaha nasional. Menlu selanjutnya melakukan perjalanan ke Singapura untuk menghadiri pertemuan dengan Menlu ASEAN membahas bantuan bencana di Myanmar.
Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Wakil Kepala Perwakilan RI di Beijing Mohamad Oemar, Kepala Fungsi Pelaksana Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Beijing Rosmalawati Chalid serta Sekretaris III Pensosbud KBRI Beijing Arianto Surojo.
Ketujuh belas pengusaha nasional yang mengikuti rombongan Menlu antara lain bergerak di bidang energi, minyak dan gas, telekomunikasi, perdagangan umum serta perbankan khususnya bank muamalat.
Menurut Menlu, kunjungannya ke tiga negara itu memiliki arti penting dan strategis bagi Indonesia dalam upaya memperluas dan memperdalam hubungan diplomatik yang selama ini telah berjalan dengan baik dan kian berkembang.
Dari kunjungan tersebut, Menlu menyatakan dirinya diterima oleh para kepala negara dan pemerintahan, kecuali Kazahstan yang sedang melakukan tugas ke luar negeri, disamping bertemu dengan masing-masing menteri luar negeri, menteri ekonomi, KADIN setempat serta ketua parlemen.
Dari kunjungan tersebut diperoleh sambutan baik dan masing-masing pemerintahan dan pengusaha melihat terdapat potensi besar serta luas yang bisa dikerjasamakan dan saling menguntungkan. “Ketiga negara Asia Tengah tersebut selama ini memang telah menjadi negara yang maju, dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 10 persen hingga 30 persen,” kata Menlu Hassan.
Kazakhstan, misalnya, bisa disebut sebagai emiratnya Asia Tengah mengingat negara tersebut memiliki kekayaan minyak dan bahkan sejumlah kota telah “disulap” menjadi lebih modern dan baru.
Satu hal yang selama ini masih menjadi hambatan peningkatan hubungan kedua negara, khususnya sektor pariwisata, adalah tidak adanya penerbangan langsung dari Jakarta ke tiga negara tersebut atau sebaliknya.
Selama ini, penerbangan yang tersedia adalah melayani jalur ketiga kota itu ke Bangkok dan Kuala Lumpur. “Saya berharap agar penerbangan bisa dilanjutkan ke Jakarta sehingga mampu mendorong wisatawan dari negara-negara Asia Tengah mengunjungi Indonesia,” kata Menlu Hassan.
Kantor perwakilan
Dalam pembicaraan dengan para Menlu, juga disinggung mengenai keinginan meningkatkan status kantor perwakilan yang selama ini masih dirangkap oleh KBRI negara lain. “Kita juga membicarakan rencana peningkatan status kantor perwakilan, yang artinya akan membuka kedutaan besar di masing-masing negara, mengingat di Asia tengah Indoensia hanya memiliki satu perwakilan atau kedubes yaitu di Uzbekistan,” katanya.
Menlu mengatakan, selama ini KBRI di Uzbekistan masih merangkap Kazkahstan dan KBRI di Iran masing merangkap di Azerbaijan, sementara Azerbaijan dan Uzbekistan telah memiliki kedutaan besar di Jakarta.
“Menlu Kazakstan juga berkeinginan memiliki kantor perwakilan atau kedutaan besar sendiri di Jakarta. Itu kita sambut baik,” katanya.
Hassan mengatakan, dari pertemuan dengan para menlu ketiga negara, mereka juga menyatakan keinginannya untuk melakukan kunjungan balasan ke Jakarta dalam waktu yang tidak lama lagi. “Bahkan kepala negara dan pemerintahan Azerbaijan juga menyatakan keinginan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia, juga kepala negara dan pemerintahan Kazakshtan juga ingin ke Jakarta yang dijadwalkan semester kedua 2008,” kata Menlu Hassan. ( ant )


Comments