Dubes Myanmar: Kami Belum Siap Terima Tim Penolong Dari Luar Negeri
17 Mei 2008 | 14:55 WIB
Tokyo ( Berita ) : Myanmar akhirnya menyampaikan secara resmi kepada pemerintah Jepang bahwa pemerintahnya memberikan ijin bagi masuknya bantuan dari Jepang dan negara lain, namun mengakui belum siap untuk menerima kedatangan tim penolong dari luar negeri.
“Kami belum siap menerima bantuan dalam bentuk ‘personal assistance’, karena di Myanmar sendiri masih banyak sukarelawan lokal yang membantu para korban,” kata Dubes Myanmar untuk Jepang U Hla Mynt saat bertemu dengan Wakil Menlu Senior Jepang Hitoshi Kimura pada pekan ini, demikian siaran pers yang diterima Antara di Tokyo, Sabtu [17/05] .
Namun demikian Mynt buru-buru menjelaskan bahwa hal itu bukan berarti Myanmar menolak sama sekali bantuan tim penolong dari luar.
Ia mencontohkan, pihaknya telah memberikan visa bagi para staf PBB dan LSM lainnya. Topan dahsyat melanda Myanmar sejak awal Mei 2008, sedikitnya telah menelan 133.000 korban tewas dan ribuan lainnya menderita luka-luka serta ratusan korban lagi hilang.
Dalam siaran pers tersebut, Dubes Myanmar juga memastikan bahwa bantuan peralatan dari Jepang sudah tiba di Myanmar sekaligus menyampaikan rasa terima kasihnya. “Atas nama pemerintah dan rakyat Myanmar, saya menyampaikan terima kasih. Bantuan Jepang tiba di Myanmar bersama dengan bantuan dari Thailand,” kata Mynt.
Mynt juga menceritakan bahwa bantuan dari Jepang dan Thailand datang lebih cepat ketimbang bantuan dari negara-negara lainnya.
Tertutup
Menyinggung soal tertutupnya Myanmar dalam membuka pintu bagi masuknya bantuan dari komunitas internasional, Mynt menjelaskan bahwa negaranya menyambut baik semua bantuan dari negara lain termasuk organisasi internasional lainnya untuk membantu para korban.
Kimura lalu menyampakan rasa simpati dan belasungkawa rakyat Jepang bagi rakyat Myanmar yang sedang tertimpa bencana dan berusaha secepatnya mengirimkan bantuan guna meringankan beban para korban.
Pekan lalu Jepang menyumbangkan berbagai kebutuhan darurat, seperti tenda-tenda, selimut, generator pembangkit listrik dan peralatan lainnya senilai 10 juta dolar AS (sekitar Rp90 miliar). “Jepang sendiri akan memberikan bantuan tambahan bagi korban Myanmar,” kata Kimura lagi. Bantuan tambahan Jepang itu dipastikan tiba di Myanmar pada Sabtu (17/5) senilai 380.000 dolar.
Lebih dari 100 dokter dari berbagai negara dikabarkan siap berangkat ke Myanmmar pada Sabtu (17/5) pekan ini.
Tanggal 9 Mei lalu, PM Jepang Yasuo Fukuda sudah menyurati pimpinan junta militer Myanmar Jenderal Than Shwe yang intinya menyampaikan kesediaan Jepang untuk mengirimkan tenaga medis ke Myanmar.
Fukuda juga mendesak Myanmar menerima tim penolong dari negara lain dan organisasi internasional lainnya untuk membantu Myanmar menyelamatkan para korban.
Berbeda dengan China, pemerintah komunis itu justru membuka pintunya bagi bantuan asing, termasuk tenaga medis, untuk ikut serta membantu korban gempa yang melanda Provinsi Sinchuan pada pekan lalu (ant )


Comments