China Prioritaskan Pencarian Korban Hidup Setelah Gempa
17 Mei 2008 | 11:37 WIB
Beijing ( Berita ) : Perdana Menteri China Wen Jiabao, Jumat [16/05] , mengatakan para pekerja bantuan tetap memprioritaskan mencari korban yang masih hidup setelah empat hari gempa dahsyat di bagian barat China, yang oleh pemerintah diperkirakan lebih dari 50.000 orang tewas.
“Mencari korban hidup masih menjadi prioritas utama kami selama ada harapan bahwa ada korban yang masih hidup. kami tidak akan berhenti, meskipun jika di sana terdapat harapan tipis untuk menemukan korban hidup,” kata PM Wen kepada wartawan dalam suatu pernyataan yang disiarkan televisi setempat.
Pernyataan Wen itu disampaikan ketika suatu tim penyelamat Jepang telah tiba di di kawasan bencana gempa di kota Guanzhuang, bagian utara Sichuan.
Li Wenliang, seorang pejabat kementerian luar negeri China, seperti dikutip Xinhua mengatakan tim penyelamat Jepang itu merupakan tim pertama dari luar negeri yang bekerja bersama tim bantuan bencana milik China.
China juga telah setuju menerima tim penyelamat dari Taiwan, Rusia, Korea Selatan, dan Singapura dalam upaya bantuan di Sichuan.
Ketika pencarian korban hidup masih berlangsung, seorang pejabat Partai Komunis — yang berkerja di kota Yingxiu, pusat gempat itu — memperingatkan bahwa sejumlah mayat korban yang belum dikubur berisiko menyebarkan penyakit.
“Kami sangat memerlukan kantong-kantong mayat,” kata Bai Licheng seperti dikutip Xinhua. “Bantuan bahan makanan yang dijatuhkan lewat udara masih terbatas dan jauh dari pemenuhan kebutuhan.”
Pemerintah mengatakan hanya lebih dari 19.500 orang yang dikonfirmasi telah tewas di Sichuan dan lebih dari 12.000 diperkirakan terkubur di bawah reruntuhan gedung-gedung.
Media setempat melaporkan, di antara yang tewas, terdapat 700 anak sekolah dan staf pengajar ketika sebuah sekolah di kabupaten Beichuan runtuh akibat gempa.
Tujuh sekolah di kawasan gempa itu hancur dan pemerintah pusat telah memerintahkan pemerintah daerah untuk menyelidiki mengapa begitu banyak gedung sekolah yang runtuh. ( ant/kyodo )


Comments