Produk Indonesia Di Re-Ekspor Hong Kong Terbanyak Ke China
16 Mei 2008 | 15:37 WIB
Beijing ( Berita ) : Produk buatan Indonesia yang di re-ekspor oleh pengusaha Hong Kong selama ini paling banyak ditujukan ke China daratan, disamping ke sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat dan Jerman.
“Produk-produk asal Indonesia banyak yang di re-ekspor oleh pengusaha Hong Kong ke berbagai negara tapi yang terbesar ke China daratan,” kata Konsul Perdagangan Hong Kong, Haris Munandar, dalam keterangan tertulis yang disampaikan, di Beijing, Jumat [16/05] .
Menurutnya, selama 2007 komoditi Indonesia yang di re-ekspor Hong Kong ke China daratan mencapai 754,48 juta dolar AS, diikuti ke Amerika Serikat 69,94 juta dolar AS, ke Jerman 25,74 juta dolar AS, ke Jepang 26,04 juta dolar AS, dan ke Taiwan 26,08 juta dolar AS.
Selain itu, produk Indonesia juga di re-ekspor ke Inggris 13,82 juta dolar AS, ke Singapura 12,26 juta dolar AS, ke Korsel 24,49 juta dolar AS, ke Makao 12,25 juta dolar AS, dan ke Afrika Selatan 4,82 juta dolar AS.
Produk asal Indonesia yang paling banyak di re-ekspor oleh pengusaha Hong Kong ke negara lain antara lain mesin listrik dan perangkatnya, telekomunikasi dan perekam suara, benang tenun, tekstil dan produk tekstil, mesin kantor, produk laut, manufaktur mineral non logam, kayu dan gabus, logam non besi, kertas dan produknya, kulit dan produk kulit, makan olahan, serta kimia organis.
“Hong Kong selama ini memang dikenal sebagai pintu gerbang re-ekspor ke banyak negara di dunia juga ke pasar China daratan,” kata Haris.
Hubungan perdagangan Indonesia dengan Hong Kong dalam empat tahun terakhir menunjukkan peningkatan dan Indonesia selalu mengalami surplus.
Surplus perdagangan yang dialami Indonesia tahun 2004 sebesar 638,64 juta dolar AS, tahun 2005 sebesar 657,35 juta dolar AS, tahun 2006 sebesar 493,92 juta dolar AS dan tahun 2007 sebesar 262,41 juta dolar AS.
Peluang Indonesia meningkatkan ekspor berbagai komoditi sangat terbuka mengingat sejumlah peluang ekspor ke wilayah itu selalu terbuka.
Ia menyebutkan, sejumlah peluang yang dimaksud antara lain hampir tidak ada hambatan perdagangan di pasar Hong Kong, sumber daya alam Hong Kong hampir tidak ada, pertumbuhan ekonomi terus meningkat, serta daya beli masyarakat sangat tinggi.
Selain itu juga, katanya, Hong Kong merupakan pusat pameran dunia sehingga hampir seluruh pembeli asing mencari barang via wilayah itu, selain Hong Kong merupakan salah satu anggota CEPA (Closer Economic Partnership Arrangement).
Di Hong Kong setiap tahunnya setidaknya terdapat 30 pameran dagang berskala internasional yang mempromosikan sejumlah produk potensial dan selalu banyak diikuti oleh ratusan perusahaan dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.