Pertamina Harus Direformasi
16 Mei 2008 | 10:39 WIB
Semarang ( Berita ) : Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Tjahjo Kumolo mengisyaratkan partainya tetap menolak kenaikan BBM dan Pertamina perlu direformasi karena selama ini tidak ada transparansi tentang perkembangan produksi minyak di Indonesia.
“Cukup ironis, Indonesia penghasil minyak dan dikelola Pertamina tetapi tidak ada kejelasan tentang ekspor maupun impor minyak, bahkan yang ada hanya jumlah subsidi melalui APBN,” kata Tjahjo Kumolo ketika dihubungi, Kamis [15/05] .
Ia mengatakan, kenaikan BBM hanya memperparah keterpurukan masyarakat karena saat ini harga BBM belum naik, tetapi sudah diikuti harga sembako naik sehingga menyengsarakan rakyat saja.
Ia berharap, Pertamina harus direformasi agar secara terbuka rakyat bisa mengetahui berapa jumlah minyak yang diproduksi dan yang diekspor maupun diimpor. “Tidak seperti sekarang ini, akibat harga minyak di pasaran dunia mencapai 122 dolar AS per barel, Indonesia kalang kabut untuk ikut menaikkan harga BBM yang mencapai 30 persen,” katanya.
Bahkan, kata Tjahjo, hampir 80 persen produksi minyak di Indonesia dikuasai investor asing seperti Blok Cepu oleh Exxon-Mobil. Karenanya perlu secara transparan Pertamina untuk direformasi secara total.
Menurut dia, Indonesia sebagai penghasil minyak seharusnya bisa menetapkan harga sendiri untuk kepentingan rakyat, apabila terpengaruh harga pasaran dunia hal ini akan terjadi liberalisme ekonomi. “Kenaikan harga BBM adalah perang bisnis,” katanya.
Menyinggung BLT (bantuan langsung tunai), kata Tjahjo yang juga anggota Komisi XI DPR, apabila memakai data 2005 hanya akan menambah kecemburuan sosial karena diberlakukan di 6 kota. Ini tidak adil.
Data warga miskin jika masih berpatokan tahun 2005, Tjahjo mempertanyakan apakah sejak kenaikkan BBM tahun 2005, warga miskin hingga kini tidak bertambah. Pasti bertambah, hal ini terbukti daya beli masyarakat merosot akibat harga semboka naik tajam dan juga terjadi inflasi pangan.
Saat kenaikan harga BBM tahun 2005, menurut dia, pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM lagi, tetapi dengan harga BBM di pasaran dunia 122 dolar AS per barel sudah kebingungan akan menaikkan harga BBM. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.