Pemerintah Gagal Manfaatkan Keunggulan Sektor Pertanian : Harian Berita Sore

Pemerintah Gagal Manfaatkan Keunggulan Sektor Pertanian

16 Mei 2008 | 15:39 WIB

Yogyakarta ( Berita ) :  Pemerintah dinilai gagal memanfaatkan keunggulan komparatif sektor pertanian, sehingga ketahanan pangan nasional makin terancam, karena pasokan pangan sangat tergantung pada komoditas impor.

“Mendayagunakan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus menentukan ketahanan bangsa,” kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, ketika membuka seminar nasional bertajuk “Kajian Solusi Masalah Pembangunan Pertanian Menghadapi Era Globalisasi,” di Kampus UGM, Bulak Sumur, Yogyakarta, Jumat [16/05] .

Menurut Sri Sultan, kinerja pertanian Indonesia pada beberapa fase, sejak tahun 1960-1986 mengalami pertumbuhan, bahkan mencapai angka pertumbuhan tertinggi pada fase 1978-1986 sekitar 5,72 persen. “Namun, pada fase dekonstruksi tahun 1986-1997 pertumbuhannya terus melambat bahkan mencapai 1,57 persen, akhir tahun 1997 ditandai dimulainya krisis ekonomi” katanya.

Meskipun pada saat krisis ekonomi pertumbuhan sub sektor perkebunan dan peternakan mengalami pertumbuhan namun, tidak membawa dampak berarti karena daya beli yang terus merosot. “Bahkan di era reformasi 2001-2006, pertanian tumbuh hanya 3,45 persen per tahun, atau belum dapat dikaakan menuju ke arah yang benar,” ujar Sri Sultan.

Karena itu diutarakannya, perlu tiga strategi baru untuk membangkitkan sektor pertanian dari keterpurukannya, yaitu pertama, pembangunan pertanian harus mengedepankan riset dan pengembangan dengan menciptakan varietas baru yang dapat  menghadapi tantangan adaptasi perubahan iklim.

Kedua, integritas pembangunan ketahanan pangan dan strategi pengembangan energi, termasuk energi alternatif. Ke tiga, perlu secara inheren melindungi petani produsen dan konsumen terkait produktivitas petani dan instrumen dari pemerintah untuk mengurangi risiko usaha dan ketidakpastian pasar.

Sementara itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Letjen Purnawirawan Prabowo Subianto menilai, pemerintah saat ini tidak memiliki mashab ekonomi yang jelas khususnya dalam memberdayakan sektor pertanian.

“Berbeda dengan para pemimpin negara ini di masa lalu, pertanian justru dimanfaatkan para elit untuk kepentingan kelompok tertentu,” kata Prabowo.

Ia menjelaskan, Indonesia sebagai negara agraris di mana hampir seluruh komoditas pertanian dapat tumbuh dengan baik justru tidak memiliki ketahanan pangan yang kuat.

Menurut Prabowo, saat ini terdapat 35 juta hektar lahan kering yang belum dimanfaatkan, sekitar 13 juta hektar padang alang-alang, dan sekitar 27,4 juta hektar hutang yang dapat dikonversi menjadi lahan perkebunan. “Selain itu sekitar 15 juta hektar lahan yang potensial untuk dijadikan sawah irigasi, sertai 27 juta hektar lahan gambut,” katanya.

Sedangkan Dirut Bulog Mustafa Abubakar menjelaskan, kenaikan harga komoditas pertanian di tingkat internasional seharusnya dapat dimanfaatkan para petani di dalam negeri. “Naiknya nilai tukar produk pertanian harus dijadikan momentum bangkitnya produk-produk pertanian,” ujar Mustafa.

Ia menjelaskan harga beras di tingkat internasional saat ini telah mencapai sekitar 1.200 dolar AS, melonjak tiga hingga empat kali lipat dari tahun 2007 yang hanya mencapai 330 dolar AS per ton. “Ini kesempatan untuk Indonesia mengoptimalkan produk pertanian terutama beras dengan meningkatkan teknologi pertanian, perbaikan irigasi yang sempat terlantar dan sistem pengamanan produksi pasca panen,” ujarnya. ( ant )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.

abilify price buy accutane online buy cheapest aciphex buy generic acomplia actonel product buy actos buy online aleve allegra information alli pills altace 5mg order antibiotics online buy online aricept order arimidex buy ashwagandha astelin side effects atacand generic atarax augmentin side effects avandia drug side effects buy online avapro avodart hair loss bactrim dosage cheap benadryl benicar hct generic buy biaxin buspar dosage buy cardizem cheapest celebrex price cephalexin uses cialis in uk online buy cipro + overnite shipping cla for weight loss allegra vs clarinex claritin price clomid prices clonidine sales colchicine coreg cr order coumadin cozaar and libido top rated creatine crestor generics purchase cymbalta depakote dosage diclofenac gel cheap online differin cheap diflucan online diovan dosage doxycycline uses side effects effexor order flagyl without a per flomax 8mg buy generic glucophage hair loss women hangover tips hoodia diet max lamictal dosage lamisil product lasix san diego on line levaquin levitra 20mg withdrawal from lexapro lipitor shipping ups lisinopril and grapefruit juice melatonin glutathione sleep micardis impotence order mobic motrin neurontin for sciatica order nexium nizoral hair loss Nolvadex Gynecomastia Louisiana omnicef 300 paxil alternatives penis extender vaccume phentermine cheap Plan B pill official website plavix asa Purchase Pravachol Pharmacy prednisone disc premarin horses otc prevacid prometrium in pregnancy propecia for hair loss afef tronchetti provera prozac for life order reglan online risperdal tricks for using rogaine Drug Seroquel singulair side effects Skelaxin + urine toxicology stop smoking clinic strattera australia stress headache relief will synthroid give me more energy topamax and pregnancy TOPROL XL pain relief shot of toradol Tramadol 180 reversing side effects of tricor trileptal indications Ultracet a Narcotic Drug valtrex contraindications interactions natural viagra VOLTAREN vytorin avm rapid weight loss cymbalta and wellbutrin passion rx yohimbe Natural Remedies Zantac Zetia Study order zithromax order zoloft Acyclovir Zovirax Generic Zyban Without A Prescription zyprexa class action online zyrtec What Is Zyvox Used for