Norwegia Tuanrumah Bagi Perundingan Antara Filipina-Pemberontak Kiri : Harian Berita Sore

Norwegia Tuanrumah Bagi Perundingan Antara Filipina-Pemberontak Kiri

16 Mei 2008 | 15:34 WIB

Manila ( Berita ) :  Norwegia menjadi tuanrumah bagi perundingan-perundingan antara Filipina dan para pemimpin pemberontakan Maoist terlama di Asia Tenggara yang tinggal di pengasingan, kata satu pernyataan yang dikeluarkan kedutaan di sini Jum’at [16/05] .

Pernyataan itu mengatakan, kedua pihak ’saling bertukar pandangan mengenai status proses perdamaian’ dan telah sepakat untuk bertemu lagi pada tanggal yang ditentukan kemudian pada ‘akhir tahun ini’, dan meminta Oslo sebagai tuanrumah perundingan.

Presiden Gloria Arroyo menyerukan berhentinya perusahaan-perundingan perdamaian dengan Partai Komunis Filipina empat tahun lalu, seraya menyatakan bahwa pemberontak tidak berminat untuk melakukan penyelesaian lewat politik.

Norwegia menjadi tuanrumah pertemuan tak resmi antara kedua pihak dalam tangka memulai kembali proses perdamaian itu. “Pemerintah Norwegia bertindak sebagai tuanrumah penyelenggara dan pihak ketiga sebagai memfasilitasi perundingan, yang dilakukan atas permintaan kedua pihak,” kata Raymon Johansen, sekretaris negara pada kementerian luar negeri Norwegia, dalam pernyataan yang dikeluarkan kedutaan. “Norwegia mencari jaminan bahwa upaya-upaya untuk menyelesaikan ‘konflik-konflik yang hampir terlupakan itu’ menerima dukungan internasional yang diperlukan,” katanya menambahkan.

Pemerintah Norwegia dalam laman internetnya menunjukkan gambar pendiri Partai Komunis Filipina Jose Maria Sison, yang tinggal di pengasingan di Negeri Belanda, yang berdampingan dengan wakil pemerintah Filipina Nieves Confesor dan tuanrumah mereka pada saat konsultasi 13-15 Mei. Tidak ada reaksi dari pemerintah Filipina mengenai hal itu.

Arroyo telah menetapkan tahun 2020 sebagai target untuk menghancurkan pemberontakan yang berumur 39 tahun itu, yang saat ini mempunyai tentara yakni Tentara Rakyat Baru (NPA) yang didukung 5.000 orang.

Pemberontakan telah diklaim telah menewaskan puluhan ribu orang dan Arroyo mengatakan, hal itu membuat mundur pembangunan di sebagian besar daerah di Filipina, di mana pemberontak NPA melakukan serangan bisnis sebagai bagian dari taktik operasi militer mereka.

Dalam aksi permusuhan terakhir, seorang polisi tewas dan 12 rekannya cedera dalam serangan NPA di dekat kota Mabini, di pulau selatan Mindanao, kamis, tutur polisi. ( ant/afp )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.