Iklan Televisi Rusak Moral Anak : Harian Berita Sore

Iklan Televisi Rusak Moral Anak

16 Mei 2008 | 11:55 WIB

 Padang ( Berita ) :  Pemerhati masalah pendidikan, Dr Yulfasni menyatakan, iklan-iklan di televisi banyak yang merusak pendidikan dan moral anak, sehingga Pemerintah, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan  Badan Sensor Film (BSF) diminta agar mengawasi siaran-siaran tersebut lebih ketat lagi.

“Pengawasan itu penting, sebab jika tayangan iklan-iklan itu dibiarkan anak dalam usia pertumbuhannya yang cenderung suka menyontoh itu makin terpengaruh bersikap tidak baik,” katanya di Padang, Kamis [15/05] .

 Ia mengatakan itu terkait antara lain adanya satu iklan makanan televisi yang diperankan seorang anak ketika menyantapnya dengan lezat.

 Kemudian tiba-tiba ada adegan anak di sebelahnya merampas makanan itu memasukkannya ke dalam mulutnya. “Habis enak sih!,” kata Yulfasni mengutip satu dialog tayangan iklan makanan itu, yang menurut dia sangat mudah dipraktekkan anak-anak.

 Tayangan iklan seperti itu, menurut dia, katanya lagi jelas merusak akhlak anak. Mengajari anak tidak sopan, meniru dan merampok milik orang lain.

 Karenanya, pemerintah selain berkewajiban menyejahterakan rakyatnya, tetapi berbagai tayangan media cetak dan elektronik perlu disensor.

 Selain itu, KPI dan BSF bertanggungjawab pula melindungi konsumen dari tayangan-tayangan merusak dan menyesatkan disamping mendukung perkembangan ekonomi pengusaha penerbitan.

 “Tanggungjawab demikian penting, agar pemilik perusahaan perfilman ke depan lebih mempertimbangkan kepentingan pendidikan dan akhlak generasi penerus disamping mencari untung,” kata Yusfansi yang juga dosen pasca sarjana Unand itu. ( ant )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.