Bush Janjikan Dukungan Bagi Israel
16 Mei 2008 | 10:37 WIB
Jerusalem ( Berita ) : Presiden AS George W. Bush, Rabu [14/05] , berjanji bahwa Amerika akan tetap “menjadi teman baik Israel di dunia”, selama kunjungan perayaan ke Jerusalem untuk memperingati ulang tahun ke-60 negara Yahudi.
Tuan rumahnya, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, membuat airmata mengambang di kedua mata Presiden AS tersebut ketika ia menyebut Bush “seorang pemimpin besar, seorang teman yang agung”. Olmert juga menyampaikan harapan untuk mencapai perdamaian dengan Palestina sebelum Bush mengakhiri masa jabatan pada Januari.
Namun kehangatan sambutan yang diberikan kepada Bush dan ucapannya sendiri bagi rakyat Israel pada hari rakyat Palestina mengenang penderitaan mereka dengan berdirinya negara Israel pada 1948 tak berarti apa-apa untuk menghilangkan keyakinan banyak negara Arab bahwa Washington terlalu memihak untuk menengahi suatu kesepakatan.
Satu serangan roket dari Jalur Gaza yang melukai beberapa orang Israel di satu tempat perbelanjaan dan menyulut peringatan mengenai serangan Israel juga menjadi pengingat mengenai berbagai masalah yang dihadapi perundingan.
Bush telah membantu diluncurkannya kembali proses tersebut menjelang berakhirnya dua-kali masa jabatan Bush, yang ditandai oleh bermacam konflik di Timur Tengah. Israel belakangan menewaskan dua anggota HAMAS dalam satu serangan udara di Jalur Gaza.
Bush mengutuk “para pelaku teror”, termasuk sekutu Iran di Lebanon –Hizbullah-dan HAMAS di Jalur Gaza. Ia mengatakan Washington akan mendukung orang Palestina “yang tidak memiliki visi yang sama dengan HAMAS”.
Dalam kunjungannya awal tahun ini, Bush menyebut tindak Israel di Tepi Barat Sungai Jordan sebagai pendudukan yang harus diakhiri. Sekali ini, ia tak banyak bicara mengenai proses perdamaian, kendati ia menekankan pandangannya bahwa demokrasi Israel “mesti menjadi contoh bagi seluruh Timur Tengah”.
Bush, yang menyatakan ia siap berpidato di parlemen Israel, Kamis, berkata, “Saya akan berbicara mengenai hari, ketika saya percaya setiap anak di Timur Tengah dapat hidup dalam kedamaian dan hidup dalam kebebasan.
Dengan kepercayaan pada keteguhan Israel, kami mengetahui bahwa hari itu akan datang. Dan ketika itu terjadi, Amerika Serikat akan berada di samping anda.”
Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan bertemu dengan Bush di Mesir, Sabtu. Meskipun Abbas, yang kehilangan wewenang atas Jalur Gaza tahun lalu karena faksinya dikalahkan oleh pengikut HAMAS, takkan mengumandangkan pernyataan pemimpin Islam yang mengutuk Bush sebagai munafik, tak disambut di Tanah Suci, Abbas dan sekutunya telah menunjukkan rasa tidak suka dengan kunjungan Bush ke Israel.
Bagi Olmert, kunjungan Bush telah memberi pengalihan dari penyelidikan mengenai keuangannya yang telah mengancam kelangsungan kekuasaannya, dan dengan itu, Bush berharap suatu kesepakatan dapat dicapai tahun ini.
Olmert pekan ini telah berbicara mengenai keberhasilannya dalam perundingan dengan Abbas, meskipun para pejabat Palestina tidak terlalu optimistis.
Pada Rabu, ia berbicara mengenai “kemajuan … yang kami percaya, dengan dedikasi dan usaha yang berlanjutnya, akan membuahkan hasil, yang diharapkan dicapai pada tahun ini, tahun 2008″. ( ant/rtr )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.