BRR Alokasikan Dana Rp143 Miliar Untuk Sarana Ibadah
16 Mei 2008 | 11:45 WIB
Banda Aceh ( Berita ) : Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias mengalokasikan dana sebesar Rp143,6 miliar untuk membantu pembangunan sarana ibadah sebanyak 379 unit di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada 2008.
“Pembangunan sarana ibadah seperti Masjid dan Meunasah (Musholla) di 16 kabupaten/kota di Aceh itu langsung secara swakelola masyarakat di masing-masing daerah,” kata Koordinator Sarana Ibadah dan Dayah BRR NAD-Nias, Hasan Basri M. Nur, di Banda Aceh, Kamis [15/05] .
BRR membantu pembangunan sarana ibadah setelah melakukan survei terhadap masjid dan meunasah di wilayah yang terkena imbas tsunami 26 Desember 2004. “Sosialisasi jadwal pembangunan sarana ibadah ini penting agar masyarakat mengetahui dengan pasti jumlah bantuan dan masjid yang akan direhabilitasi. Itu adalah bentuk akuntabilitas terhadap publik,” katanya.
Pembangunan dan rehabilitasi sarana ibadah akan dilaksanakan secara swakelola. “Kami berharap para panitia Masjid dan Meunasah untuk memberikan akses informasi kepada semua pihak tentang pelaksanaan kegiatan dan anggaran di masing-masing rumah ibadah yang akan direhabilitasi,” tambah Basri. Masyarakat juga diharapkan ikut memantau pembangunan ini sehingga partisipasi penduduk dapat terwujud.
Wakil Deputi Operasi Bidang Pengendalian Pembangunan, Taqwallah, mengatakan program rehabilitasi sarana ibadah ini harus tuntas dan fungsional pada akhir Oktober 2008. “Kendati dilaksanakan secara swakelola, saya berharap bisa dirampungkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak. Saya juga mengharapkan masyarakat ikut berperan aktif dalam program rehabilitasi tempat ibadah,” ujar dia.
Pascatsunami, BRR telah membantu lebih dari 1.000 sarana ibadah yang tersebar di Aceh dan Nias. Pada 2005, BRR merehabilitasi 881 unit sarana ibadah dengan menelan biaya Rp8,7 miliar, kemudian sebanyak 379 unit (2006) dengan anggaran Rp27 miliar.
Sementara 2007 BRR mengalokasikan dana Rp5 miliar untuk merehabilitasi 259 unit sarana ibadah di daerah yang terkena bencana gempa dan tsunami. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.