Amien Rais ’Turun Gunung’ Aksi Demo Mahasiswa Marak
16 Mei 2008 | 11:40 WIB
Sepuluh tahun reformasi oleh Amien Rais dinilai gagal. Bahkan kini masyarakat semakin terjepit akibat sulitnya mendapatkan pekerjaan, tingginya angka pengangguran, apalagi kalau bulan depan harga BBM naik 30 persen sebagaimana dipatok pemerintahan SBY - JK.
Wajar saja kalau di mana-mana terjadi aksi unjuk rasa. Sebenarnya aksi unjuk rasa dari kalangan mahasiswa dapat dikatakan murni, tidak ada yang mendalanginya. Aksi itu mereka lakukan atas kesadaran sendiri, bukan atas suruhan apalagi dibayar orang lain.
Jadi, kalau ada tudingan dari BIN bahwa ada orang-orang yang mendalangi aksi demo menolak kenaikan harga BBM menurut hemat kita hal itu tidak benar. Terlalu curiga. Kalaupun Amien Rais dituduh mungkin disebabkan tokoh reformasi itu selalu mengkritik pemerintah. Secara langsung lewat media massa cetak dan elektronik maupun lewat ceramah-ceramahnya di kampus.
Tentu saja tidak tepat menilai Amien berada di belakang aksi unjuk rasa kenaikan harga BBM. Tuduhan itu terlalu berlebihan dan menunjukkan sikap ketakutan pemerintah. Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah tanggap dan mau introspeksi diri.
Aksi menolak kenaikan harga BBM terjadi setelah pemerintah bertekad menaikkan harga BBM akibat lonjakan harga minyak dunia sudah mencapai 125 dolar Amerika per barelnya. Kalau kenaikan harga BBM dibatalkan pasti aksi demo tidak akan berlanjut.
Lagi pula, tuntutan yang disuarakan para pendemo sangat rasional. Kalau harga BBM naik jumlah rakyat miskin semakin membengkak. Tahun 2005 pemerintah (SBY dan JK) sudah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM lagi setelah kenaikan BBM 100 persen lebih di masa setahun pemerintahannya. Kalau sekarang dinaikkan juga berartti SBY – JK tidak konsekuen dengan omongannya, sama dengan pembohong.
Dalam konteks tuntutan reformasi, ketiga hal yang diharapkan agar diberantas sampai ke akar-akarnya nyatanya semakin subur. KKN tidak mampu diselesaikan, bahkan timbul KKN model baru yang membuat perekonomian kita semakin parah. Kalau KKN dapat diberantas, hukum ditegakkan tanpa pilih kasih, pastilah banyak kebocoran anggaran dapat diselamatkan sehingga pemerintah tidak perlu lagi menanggung subsidi. Apalagi kalau kasus BLBI dapat diselesaikan, nilainya ratusan triliun.
Hal-hal seperti itulah yang membuat mahasiswa bergolak dan Amien Rais kecewa sehingga ia mungkin akan turun gunung, kalau mereka yang usianya kepala 4 dan 5 (maksudnya usia 40 atau 50 tahun lebih) nggak berani maju dalam suksesi tahun depan.
Turun gunungnya Amien Rais merupakan hal lumrah, namun melihat usia dan besarnya dana kampanye mungkin Amien akan kedodoran. Sebab, Pilpres lalu saja Amien sudah kesulitan pendanaan dan pamornya sedang bagus-bagusnya, namun toh gagal karena rakyat lebih senang memilih pemimpin yang ganteng yaitu SBY.
Kalau kini si ganteng SBY dinilai gagal tentu rakyat harus punya pilihan lain dalam Pilpres mendatang. Justru itu, calon Wapres dari kalangan muda yang populer di mata rakyat sudah waktunya berani mencalonkan diri, seperti Hidayat Nurwahid, Din Syamsuddin, Sri Sultan, Sutrisno Bachir dll.=


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.