Anwar Ibrahim: Investasi Jangan Korbankan Kepentingan Rakyat
15 Mei 2008 | 11:47 WIB
Batu ( Berita ) : Mantan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan, setiap investasi atau penanaman modal di dalam negeri harus diapresiasi dan disambut dengan baik, namun jangan sampai mengorbankan rakyat.
“Investasi yang ditanamkan negara lain maupun di dalam negeri harus tetap diberikan sambutan, tetapi tidak boleh mengorbankan kepentingan nasional dan rakyat luas,” katanya ketika memberikan sambutan di acara “100 Tahun Kebangkitan Nasional” di Batu, Jawa Timur, Rabu [14/05] malam.
Selain investasi, katanya, mekanisme pasar global yang diberlakukan banyak negara saat ini bukan mutlak, tetapi harus dikawal dengan sistem dan kepemimpinan yang kuat, memiliki moral dan berhati nurani.
Kalau mekanisme pasar diberlakukan secara mutlak dan dicapai dengan cara korupsi, kata petinggi partai oposisi di Malaysia itu, maka dapat dipastikan akan terjadi kesenjangan ekonomi dan juramg antara yang kaya dengan yang miskin semakin melebar.
Ia menegaskan, apa artinya pertumbuhan ekonomi yang menakjubkan, tetapi rakyatnya dibiarkan dan banyak yang ditemui masih dalam kondisi memprihatinkan, angka kematian bayi dan ibu melahirkan tinggi.
“Jaman sekarang dan ke depan tidak akan ada kelompok masyarakat yang terpinggirkan,” katanya menegaskan.
Pada kesempatan itu Anwar juga menyinggung soal lagu “Rasa Sayange” yang aransemen dengan gamelan dan dipadu gesekan biola mengiringinya naik ke panggung untuk memberikan sambutan.
“Saya tidak merasa tersinggung dan yang lain juga jangan tersinggung, ini sudah selesai. Saya rasa semua lagu bisa dibuat menjadi lagu melayu, lagu ‘Bengawan Solo’ pun juga bisa menjadi lagu melayu,” katanya menambahkan.
Menurut dia, urusan budaya bukan menjadi urusan eksklusif sastrawan dan budayawan semata, tetapi menjadi urusan semua pihak termasuk rakyat.
Menyinggung soal kebangkitan, Anwar juga menyatakan jika kebangkitan tidak akan bermakna tanpa diikuti dengan kekuatan ilmu pengetahuan, nalar dan pemikiran yang bermuara pada kebaikan akhlak serta nurani.
“Akhlak dan nurani adalah salah satu isu yang harus kita pikirkan, akhlak yang sama sekali tidak dibenturkan dengan lembaga. Ini bukan sentimen politik atau partai, tetapi ini sudah menjadi kebutuhan rohani,” katanya menegaskan. (ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.