Wakil Dubes AS Tanyakan Penyerangan Ke Horale
14 Mei 2008 | 11:27 WIB
Ambon ( Berita ) : Wakil Dubes AS untuk Indonesia, Jhon A.Heffen, mempertanyakan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu soal penyerangan 1000 warga Desa Salemen ke Desa Horale, Kabupaten Maluku Tengah, 2 Mei lalu yang berdasarkan analisis Polda Maluku diindikasikan melibatkan jaringan teroris.
Gubernur Ralahalu, usai menerima Wakil Dubes AS, Dubes Belanda, Nicolaos van Dam dam Dubes Singapura, Asoka, di Ambon, Selasa [13/05] , mengakui, ditanyakan soal penyerangan ke Horale yang mengakibatkan meninggalnya Edward Unwaru (85), Yosef Latumapina (35), Wehelmina Pattiasina (47) dan Yolanda Pattiasina (6).
Rumah di Desa Horale yang terbakar 54 buah dan rusak berat delapan unit serta enam unit ketinting, sedangkan Dusun Saka dan Kampung Baru 16 rumah terbakar, enam rumah rusak berat dan 10 lainnya rusak ringan serta satu unit sepeda motor milik Kades Horale, Herman Latumapina terbakar.
Begitu pun, tiga unit fasilitas agama terbakar dan SD hanya rusak kaca jendelanya.
Gubernur menjelaskan langkah-langkah penanganan dan insiden tersebut tidak mempengaruhi stabilitas keamanan di Maluku secara umum, bahkan hanya tegang pada dua desa tetangga tersebut.
Ia menjelaskan bahwa ketegangan itu sudah ditangani polisi dan TNI. Bahkan, atas kesadaran masyarakat Desa Horale dan Salemen telah disepakati untuk melakukan perdamaian secara kekeluargaan.
Oknum pelaku penyerangan, kata Gubernur, sedikitnya 24 orang ditetapkan sebagai tersangka dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Maluku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Jadi Wakil Dubes AS dan tamu negara sahabat lainnya memahami sungguh bahwa insiden-insiden yang terjadi di Maluku itu hanya antarwarga Desa tetangga dan tidak meluas bagi Provinsi ini secara umum yang terkadang salah dipahami “orang luar” sehingga sering khawatir berkunjung ke sini,” katanya.
Wakil Dubes AS, Jhon A.Heffen, mengakui sudah dua kali ke Maluku. Pertama kali pada Januari lalu dan melihat perkembangan kondisi keamanan di provinsi ini.
Ia mengatakan sudah ke Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah dengan memanfaatkan jasa kapal mewah milik PT.Peln. Di sana disambut secara kekeluargaan oleh masyarakat Banda. (ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.