Perdana Menteri Thai Ke Myanmar Bahas Bantuan Asing
14 Mei 2008 | 11:24 WIB
Bangkok ( Berita ) : Perdana Menteri Thai Samak Sundaravej akan ke Myanmar pada Rabu untuk mencoba membujuk pemimpin Myanmar membolehkan pekerja bantuan asing ke negara terlanda badai itu, kata menteri luar negeri negara tersebut pada Selasa [13/05] .
Menteri Luar Negeri Thai Noppadon Pattama menyatakan perdana menteri itu akan ke Myanmar pada Rabu, tapi ia tak yakin tentang siapa dari pemerintah Myanmar akan menyambut perdana menteri Thai tersebut.
“Kami harap perdana menteri Thai bisa bertemu dengan Perdana Menteri Myanmar Thein Sein dan sekurang-kurangnya menteri luar negeri negara itu,” kata Noppadon kepada wartawan.
Samak diperkirakan membantu membujuk pemimpin Myanmar atas nama pemerintah asing, seperti, Amerika Serikat dan Inggris, untuk membolehkan petugas bantuan asing masuk negara itu guna membantu menyalurkan bantuan dan menolong korban sesudah negara itu dihantam badai Nargis pada awal bulan ini, yang menewaskan lebih dari 30.000 orang.
Samak diminta Amerika Serikat dan Inggris bertindak sebagai perantara dengan Myanmar.
Ia semula bermaksud ke Myanmar pada Minggu, tapi menarik rencana itu sesudah pemerintah Myanmar menjelaskan akan ketak-siapannya menerima pekerja bantuan asing.
Samak malahan mengirim utusan ke negara tetangganya tersebut.
Jurubicara pemerintah Thai Vichienchote Sukchoterat pada Selasa mengutip keterangan Perdana Menteri Myanmar Thein Sein bahwa pemerintah Myanmar bersedia menerima bantuan kemanusiaan dari setiap negara, membuka sebagian pelabuhan di bekas ibukota Yangon untuk menerima kapal asing pembawa bantuan.
Pemerintah Myanmar juga mempertimbangkan membuka perbatasan bersamanya di daerah Mae Sot, Thailand, untuk menerima kiriman besar bantuan lewat darat, kata jurubicara itu.
Bagi petugas asing, jurubicara Thai itu menyatakan pemerintah Myanmar akan “mempertimbangkan mengeluarkan visa atas dasar kasus-perkasus”.
Jurubicara itu menyatakan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon pada Senin pagi menelepon Samak untuk membantu berunding dengan pemerintah Myanmar dalam mengeluarkan visa bagi badan bantuan asing.
Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan mengirimkan satuan tanggap darurat (ERAT) untuk membantu pemerintah Myanmar mengatasi dampak badai Nargis, yang melanda sejumlah kota pada awal bulan ini.
Menurut keterangan resmi Sekretariat ASEAN di Jakarta pada Selasa, satuan itu dibentuk oleh Sekretariat ASEAN setelah berkoordinasi dengan Komite ASEAN untuk Manajemen Bencana Alam (ACDM) dan pemerintah Myanmar.
“Tim akan ditempatkan di Myanmar itu akan bertugas untuk menyediakan bantuan bagi pemerintah Myanmar dalam menyalurkan bantuan kepada rakyat, yang membutuhkan,” katanya.
Satuan ASEAN itu terdiri dari pakar dengan sejumlah keahlian khusus di bidang koordinasi dan perhubungan, sanitasi dan air bersih, kesehatan, serta perbekalan dan makanan.
ERAT akan ditempatkan di Yangon untuk membantu mempercepat upaya penanganan bencana, yang telah didukung Sekertariat ASEAN, tim dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemerintah Myanmar.
Satuan itu akan diberangkatkan dalam 48 jam mendatang.
Pelabuhan utama Myanmar di bekas ibukota Yangon dibuka lagi sesudah badai Nargis dan akan menerima kiriman disel dari Thailand pada Rabu, kata pejabat Thai pada Senin.
“Pemerintah Myanmar memberi tahu kami sudah membuka lagi pelabuhan Thilawa di Yangon sebagai saluran lain untuk menerima bantuan kemanusiaan antarbangsa,” kata jurubicara pemerintah Thai Wichianchot Sukchotrat kepada wartawan di Bangkok. ( ant /xinhua )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.