Kenaikan BBM Harus Diimbangi Dengan Subsidi Warga Miskin
14 Mei 2008 | 11:17 WIB
Banda Aceh ( Berita ) : Pakar ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof. Dr. Said Muhammad MA mengemukakan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) harus diimbangi dengan subsidi bagi warga miskin, sehingga tidak terjadi gejolak sosial di masyarakat.
“Saya kira melihat kondisi keuangan negara yang begitu sulit, maka mau tidak mau harga BBM harus dinaikkan, namun Pemerintah harus lebih meningkatkan subsidi kepada warga miskin,” katanya di Banda Aceh, Selasa [13/05], menanggapi rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
Ia juga setuju subsidi dikurangi, karena selama ini subsidi BBM yang diberikan pemerintah justru lebih banyak dinikmati oleh arang-orang kaya, sementara untuk masyarakat menengah ke bawah hanya sedikit.
Untuk itu, ia menyatakan kenaikan harga BBM harus diimbangi dengan subsidi bagi keluarga miskin. “Tidak seperti selama ini, bantuan langsung tunai (BLT) kepada keluarga miskin seperti kurang berjalan, sehingga angka kemiskinan terus bertambah,” ujarnya.
Kalau saja Pemerintah serius memberikan BLT benar-benar kepada keluarga miskin, maka ketika menaikkan harga BBM seperti sekarang ini, tidak akan terjadi gejolak yang begitu besar, katanya.
Selain itu, Pemerintah juga harus membuka lapangan kerja yang sebesar-besarnya dan peningkatan pendapat, sehingga diharapkan tidak terjadi krisis ekonomi, ujar Said Muhammad yang juga Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah itu.
Ia menilai, dampak yang sangat dirasakan dengan kenaikan harga BBM tersebut adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah, sehingga Pemerintah perlu memberi subsidi langsung kepada mereka. (ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.