ISI Jalin Kerjasama Dengan Lembaga Pendidikan Tinggi Luar Negeri

Denpasar ( Berita ) :  Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang menandatangani naskah kerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi asing merupakan tugas dan tanggung jawab yang harus disukseskan.

“Kerjasama yang telah terjalin itu untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemajuan kedua lembaga pendidikan tinggi,” kata Pembantu Rektor III ISI Denpasar Drs Made Subrata ketika meyudisium 52 sarjana dari tiga jurusan pada Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) di Denpasar Rabu [14/05] .

Ia mengatakan, kerjasama yang telah terjalin tersebut diharapkan tetap dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan dimasa-masa mendatang, terutama menyangkut program pertukaran guru dan mahasiswa.

Upaya itu mampu meningkatkan wawasan serta pandangan dosen dan mahasiswa, disamping meningkatkan mutu lulusan, sebagai upaya memenangkan persaingan yang semakin ketat di era global, ujar Subrata.

ISI Denpasar gencar merintis jalinan kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi (PT) seni di mancanegara, terutama di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Kerjasama tersebut menitikberatkan identitas dari segi pandang seni budaya masing-masing negara di ASEAN, termasuk dengan Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA) Malaysia.

ISI Denpasar juga telah menandatangani  naskah kerjasama dengan Royal University of Fine Art (RUFA) Kamboja, sebuah lembaga pendidikan tinggi di Thailand serta Srilanka dan Pilipina.

Selain kerjasama di kawasan ASEAN, ISI Denpasar yang mengemban visi misi go internasional, yakni membangun jaringan kerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi di luar negeri, antara lain Australia, Jepang, Amerika Serikat dan Eropa.

Berkat kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di mancanegara, ISI Denpasar tahun 2007 menerima 56 mahasiswa dari 19 negara untuk mempelajari tabuh dan tari Bali.

Mahasiswa tersebut antara lain berasal dari Amerika Serikat, Cekolavia, Meksiko, Polandia, Serbia dan Jepang.

 

52 Sarjana Seni

Tiga jurusan pada Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar meyudisium 52 mahasiswa yang telah dinyatakan lulus oleh tim dosen penguji lembaga pendidikan seni tersebut.

Mereka bersama lulusan dari fakultas lain di lingkungan ISI Denpasar akan diwisuda bertepatan dengan dies natalis lembaga pendidikan tinggi seni tersebut 28 Juli mendatang, kata Pembantu Rektor III ISI Denpasar Drs Made Subrata pada acara yudisium tersebut Rabu.

Ia mengatakan, dari 52 mahasiswa yang dinyatakan lulus menempuh ujian akhir meraih gelar sarjana seni berhasil meraih prestasi yang cukup menggembirakan.

“Dari 52 mahasiswa tersebut meraih nilai A jumlahnya lebih banyak dibanding meraih nilai B, sedangkan mahasiswa yang meraih nilai C nihil,” kata Subrada yang didampingi Dekan FSP ISI Denpasar I Ketut Sariada, SST.

Ia menambahkan, dari 80 orang mahasiswa angkatan 2003/2004 yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan S-1 itu dan sisanya 28 orang diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan dan diwisuda tahun berikutnya.

Dengan tambahan 52 mahasiswa yang menyandang gelar sarjana seni itu, berarti FSP ISI Denpasar telah berhasil mencetak 705 sarjana sejak tahun 2003, ketika lembaga tinggi seni ini berstatus ISI.

“Jika sejak masih berstatus Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) sudah mencetak 1.500 sarjana seni,” ujar Made Subrata didampingi 14 dosen penguji.

Mereka yang terhimpun dalam ikatan alumni ISI Denpasar sudah terjun ke masyarakat, baik sebagai PNS, guru/dosen di berbagai jenjang pendidikan maupun mengembangkan sanggar-sanggar seni.

Mereka tetap berperanserta secara aktif dalam membina dan mengembangkan seni budaya di tengah-tengah kehidupan masyarakat Pulau Dewata maupun di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri, ujar Made Subrata. ( ant )