IMM Sumut Akan Perjuangkan Krisis Energi Dan Infrastruktur Jadi Isu Nasional
13 Mei 2008 | 14:32 WIB
MEDAN (Berita) : Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sumatera Utara akan berupaya memperjuangkan percepatan pembenahan krisis energi dan perbaikan infrastruktur di daerah itu menjadi isu nasional pada Muktamar di Bandar Lampung, 26-31 Mei 2008.
“Untuk itu, kami dari DPD IMM Sumut miminta saran dan masukan terkait upaya tersebut agar bisa dibahas dan dicari solusi tercepatnya pada muktamar nanti,” kata Ketua Umum DPD IMM Sumut, Zulfi Amri dalam pertemuan dengan Plt Sekdaprovsu, DR RE Nainggolan MM di ruang rapat Bappeda Sumut, Senin (12/5) siang.
Dalam pertemuan itu, Zulfi didampingi ketua-ketua bidang lainnya, Insan Khairul Qolbi, Amnur Rifai, Ari Kesuma Ningrum, Rivi Afri Afrianda Pane, Ida Mahrani Nasution (Bendahara Umum), dan Rahmansyah Sibarani (Sekretaris). Sementara DR RE Nainggolan MM didampingi Kasubbid Informasi dan Pemberitaan Setdaprovsu, Erwin Hidayat Hasibuan SE.
Menurut Zulfi, dalam muktamar yang akan diikuti 50 orang perwakilan Sumut dan direncanakan turut dihadiri Wapres Jusuf Kalla serta sejumlah menteri itu, DPD IMM Sumut juga akan merekomendasikan apa-apa saja kebutuhan lain daerah itu yang dibisa diakomodir secara nasional.
Selain itu, DPD IMM Sumut juga akan mengemas isu terkait Pemilu 2009 yang diharapkan bisa memberi pelajaran dan masukan bagi mahasiswa dalam menyikapi agenda demokrasi tersebut, yakni antara kenyataan dan harapan.
Menanggapi hal tersebut, DR RE Nainggolan MM mengakui bahwa persoalan paling mendasar bagi pembangunan Sumut ke depan adalah persoalan pembenahan krisis energi dan perbaikan infrastruktur.
Di bidang energi listrik, lanjut RE Nainggolan, saat ini Sumut mengalami kekurangan pasokan antara 100-150 Mega Watt. Bahkan saat pemeliharaan beban atau Over Houl, kondisi pasokannya bisa berkurang hingga 300-350 Mega Watt.
Dengan kondisi seperti itu, RE Nainggolan mengaku, Pemprovsu bersama PLN pusat dan investor berupaya menjadikan krisis energi listrik Sumut bisa mencapai titik impas atau BEP (break even point) pada 2009.
Upaya itu antara lain ditempuh melalui pembangunan sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) berdaya 1-1,5 Mega Watt di beberapa daerah. Kemudian pemantapan sumbangan daya listrik dari operasional PLTA Asahan I, dan PLTP Sarulla.
“Itu hal utama yang kita harapkan bisa mengatasi krisis energi listrik di Sumut. Tapi di sisi lain, kita juga perlu terus menyosialisasikan kepada semua tentang gerakan menghemat energi, baik di kantor, di rumah, atau pun di perusahaan-perusahaan. Karena kita menyadari, kebutuhan energi listrik di tahun-tahun mendatang pasti akan meningkat, sehingga kita juga perlu memikirkan langkah untuk mencari sumber energi alternatif,” papar mantan Bupati Tapanuli Utara itu.
Terkait infrastruktur, RE Nainggolan menjelaskan sepanjang 1.098 kilometer jalan nasional yang ada di Sumut, sekitar 20-30 persen di antaranya dalam kondisi rusak. “Kita harapkan hal ini bisa disuarakan dalam muktamar. Karena apa pun ceritanya, jalan merupakan urat nadi dalam memacu pembangunan,” tukas RE Nainggolan.
Hal lain yang menurut RE Nainggolan perlu diperhatikan adalah menyangkut peningkatan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. “Selain tiga sektor ini, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga perlu dipacu.
Karena sampai kini Sumut berada pada peringkat delapan secara nasional. Dengan peningkatan IPM, kita harapkan peringkat Sumut bisa lebih baik di tahun-tahun mendatang,” ucap RE Nainggolan seraya tak lupa mengingatkan untuk terus bersama-sama menjaga suasana kondusifitas Sumut. (lin)


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.