33 Persen Koperasi Di Aceh Tidak Aktif
13 Mei 2008 | 15:32 WIB
Banda Aceh ( Berita ) : Sebanyak 1.914 unit koperasi atau sekitar 33 persen dari 5.800 koperasi yang ada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tidak aktif lagi, sehingga perlu upaya untuk memberdayakan lembaga ekonomi rakyat tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi NAD, Cipta Hunai di Banda Aceh, Senin [12/05] , menyatakan, pemerintah akan berupaya agar koperasi yang tidak aktif tersebut bisa beroperasi kembali sehingga perekonomi masyarakat bisa berkembang.
Disebutkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan ribuan koperasi di Aceh tidak berkembang, yakni antara lain akibat konflik sehingga banyak yang tutup, apalagi sebagian besar koperasi berada di perdesaan yang merupakan wilayah rawan.
Selanjutnya, koperasi yang tidak berjalan tersebut karena konsepnya bukan untuk mensejahterakan anggota tapi hanya sekedar mencari dana untuk keperluan pribadi, ujarnya.
Oleh karenanya, Dinas Perindagkop dan UKM Provinsi NAD dan yang ada di kabupaten/kota akan berusaha menghidupkan kembali koperasi yang sudah tutup dengan melakukan pembinaan, baik di bidang kelembagaan, maupun usaha dengan memberikan suntikan dana.
Ia juga berharap agar koperasi yang ada bukanlah hanya berharap bantuan, setelah mendapat bantuan kemudian berhenti. Selain itu, ada koperasi yang hanya menggantungkan bantuan, sementara bidang usaha yang digeluti tidak pernah berkembang.
“Jadi, koperasi yang kita inginkan adalah usaha sejati, yakni setelah diberikan modal, bisa terus berkembang dan mandiri, sehingga bisa memberdayakan perekonomian anggotanya,” katanya. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.