Malik Mahmud Dan Supiadin Dapat “PKS AWARD” Sebagai Tokoh Perdamaian
12 Mei 2008 | 11:09 WIB
Banda Aceh ( Berita ) : Tokoh penanda tangan MoU Helsinski, Malik Mahmud, dan Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Supiadin mendapat penghargaan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (PKS Award) sebagai tokoh perdamaian.
Penganugerahan tersebut diserahkan Oleh Ketua DPW PKS Provinsi NAD, Tgk Ghufran Zainal Abidin bersamaan dengan puncak peringatan Milad ke-10 partai tersebut di Taman Sari Banda Aceh, Minggu [11/05].
Namun, kedua tokoh tersebut tidak hadir pada saat penganugerahan. Malik Mahmud diwakili oleh Juru bicara Partai Gerakan Aceh Mandiri (GAM), Tgk. Adnan Beuransyah.
Wakil Sekretaris DPW PKS Provinsi NAD, Nasrul Wahdi menyatakan, alasan Malik Mahmud mendapat penghargaan tersebut karena ia dinilai berperan besar mewujudkan perdamaian Aceh. “Malik Mahmud adalah tokoh sentral perdamaian Aceh. Dalam proses penandatanganan MoU Helsinski dan proses menjaga perdamaian sesudahnya. Kita pilih dia juga karena saat ini Malik adalah sosok yang mewakili GAM,” ujarnya.
Penganugerahan Award perdamaian, lanjut Nasrul merupakan bentuk perhatian PKS untuk memperjuangkan agar perdamaian Aceh tetap berlangsung, sehingga akhirnya masyarakat dapat merasakan hak-haknya yang terabaikan selama konflik.
PKS sejak dari awal MoU hingga perjuangan perwujudan Undang-undang Pemerintahan Aceh (UUPA) selalu menjadi salah satu komponen terdepan dalam memperjuangkannya.
Pangdam
Selanjutnya, Pangdam Iskandar Muda Supiandi mendapat penghargaan, karena jasanya mewujudkan serta keberhasilannya mengatur pasukannya untuk menjunjung tinggi hasil MoU Helsinski.
Sejumlah tokoh dari kalangan ulama, nelayan, ekonomi syariah, buruh, perempuan, perbankan syariah, dan budaya yang dinilai telah banyak memberikan kontribusi bagi pembangunan dan perdamaian Aceh, juga mendapatkan penghargaan dalam acara MILAD ke-10 PKS itu.
Diantaranya, Tgk H Ali Sabi SH, panglima laot M Adli Abdullah, Direktur Utama BPD Aceh Aminullah Usman, seniman Aceh Rafly, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dra Hj Raihan Putri, tokoh buruh Aceh Sudirman Sawang, Direktur Bank Syariah Mandiri (BSM) Aceh, Putra Chamsah SE, Direktur BRI Syariah Aceh, Kuwono Pamungkas, Direktur Bank Muamalat Aceh, Ruddy Faisal Batubara.
Selain tokoh-tokoh tersebut, tak ketinggalan sejumlah guru yang dinilai berdedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan Aceh dan pernah bertugas di daerah konflik juga mendapat penghargaan.
Diantaranya Marwan S.Ag, guru SMP Percontohan Banda Aceh, Drs Amirudin, Kepala Sekolah SMAN 2 Banda Aceh, Nurchaili SPd MKom, Guru MAN Tungkop Darussalam Aceh Besar.
Aneka Lomba Pelajar
Selain PKS Award, tasyakur MILAD PKS ke 10 Juga diisi dengan beragam kegiatan, diantaranya berbagai lomba untuk pelajar TK hingga SMA dan dayah. Lomba mewarnai untuk TK diikuti 500 peserta, lomba menggambar diikuti 500 peserta, lomba puisi 30 peserta, dan lomba pidato berbahasa Aceh sebanyak 11 orang.
Lomba mewarnai dimenangkan oleh hafidzul Akram (TK Peutemereuhom) yang meraih juara I, sementara juara II dan III masing?masing dimenangkan oleh M.Tsani Kasifillah (TK Bungong Seulepuo), dan Vonna Hasymi (TK Cut Mutia).
Lomba pidato berbahasa Aceh dimenangkan oleh Makruf ( SMA modal Bangsa) sebagai juara I, M.Radhi (Madrasah Ulumul Qur’an) sebagai juara II dan SafrinaWati (Madrasah Ubudiyah) sebagai juara III. Lomba baca pusisi masing ? masing dmenagkan oleh Dara Pupita Phonna( MAN MODEL Banda Aceh), Rian Maulina (Darul Hijrah) dan ellisa Fajarina (SMAN 7) sebagai juara III.
Sementara lomba melukis yang diikuti oleh 500 peserta yang berasal dari TK di Banda Aceh dan Aceh Besar dimenangkan oleh M.Haiqal Diandra (SDN.20 Banda Aceh) sebagai juara I, Rania Andara(SDN I Banda Aceh) dan Ferdi Muhammad (SDN 20 Banda Aceh). Mereka masing- masing memenangkan kategori A. Sementara kategori B dimenangkan oleh M. Haiqal Fajrin (SDN I Banda Aceh), Fathur Rahman ( SD 40 Banda Aceh) dan Zhahifah Ajrina (SD 20 Banda aceh) .
Selanjutnya, pada hari yang sama, PKS bersama ribuan warga kota Banda Aceh melakukan Jalan Santai Sehat yang mengambil start dari Taman Sari, Banda Aceh, mulai pukul 08.00 WIB.
Sebelum dilakukan start, Ketua PKS Ghufran Zainal Abidin melepas para peserta di depan Taman Sari untuk melakukan jalan santai melintasi jalan di depan pendopo Gubernur Aceh, Museum aceh dan depan Mesjid Raya Baiturrahaman sepanjang 2 km. Para peserta terdiri atas anak-anak, remaja (pelajar), mahasiswa, orang tua dan keluarga.
Selanjutnya, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, PKS juga mengadakan berbagai aksi sosial yang dipusatkan di Taman Sari Banda Aceh.
Masyarakat yang hadir akan mendapatkan pelayanan konsultasi kesehatan dan pengobatan yang ditangani oleh para dokter yang ahli di bidangnya. Para pengunjung dapat mengukur tensi darah, tes gula darah, pemeriksaan kesehatan dan konsultasi.
Sebelumnya pada tanggal 8 dan 10 Mei 2008 PKS juga mengadakan pengobatan gratis di Setui dan Indra Puri Aceh besar yang dihadiri hampir 400 orang. Masyarakat sangat antusias dan mengharapkan kegiatan serupa dapat sering dilakukan. Selain itu juga dilakukan aksi donor darah yang melibatkan ratusan masyarakat, kader, simpatisan dan pengurus PKS Aceh. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.