BBM Naik Semua Akan Naik Rakyat Tambah Susah : Harian Berita Sore

BBM Naik Semua Akan Naik Rakyat Tambah Susah

12 Mei 2008 | 15:18 WIB

Apa pun alasannya dan teori manapun yang dicari, jika bahan bakar minyak(BBM) harganya naik, pasti harga keperluan sehari-hari naik. Karena itulah selama orde baru, kenaikan harga BBM itu cukup hati-hati. Jika pun naik, dilakukan secara bertahap.

Sekarang ini pemerintah berencana akan menaikkan harga BBM bersubsidi 30 persen yakni  premium dari Rp4500 menjadi Rp6000,- Jika ongkos angkutan naik 30 persen, tentu barang yang akan dijual akan naik30 persen juga. Paling tidak, naik 25 persen.
Tentu memberatkan bagi yang berpenghasilan tetap, sementara gaji pegawai negeri pun hanya naik 20 persen dari gaji pokok.Orang miskin katanya dapat bantuan, apakah cukup menutupi kenaikan  itu?

Jika rakyat unjuk rasa menentang kenaikan BBM yang cukup tinggi itu adalah wajar. Tidak pantas  apa yang dikatakan Wakil Presiden  Jusuf Kalla, menentang kenaikan BBM sama artinya membantu orang kaya. Ini tidak betul, beliau hanya mementingkan dirinya.

Untuk itu pemerintah terutama Wakil Presiden Jusuf Kalla melihat bagaimana hidup rakyat sekarang ini sebelum kenaikan harga BBM.  Sudah sangat memperihatinkan. Sudah tidak layak lagi sebagai bangsa yang sudah merdeka dan berdaulat 60 tahun dan sudah 100 tahun kebangkitan nasional.

Pola berpikir anak bangsa ini, tidak menuju kemajuan mengurusi rakyat. Masih tetap seperti masa orde baru yakni mengurusi dirinya, kurang memperhatikan rakyat. Masih lumayan, tidak ada bicara seperti mengejek rakyat.

Bukankah mengejek rakyat miskin, apa yang dikatakan Jusuk Kalla Ketua Umum Golkar dan Wakil Presiden, menentang kenaikan harga BBM sama dengan membantu orang kaya? Jika itu yang dilihat, apa salahnya pemerintah membantu orang kaya, jika untuk tidak menyusahkan rakyat?

Pemerintah nampaknya hanya pandai menaikkan harga barang, tidak berpikir bagaimana meninggikan nilai uangnya. Paling tidak  mempertahankan nilai uang itu. Dapat saja nanti harga beras Rp10.000 perkg.

Sementara beberapa tahun lalu sapalagi tahun 50  harga beras Rp2,- Memang rakyat kecil ini masih mampu bertahan hidup, apa adanya. Sekarang ini hidup rakyat sudah semakin susah. Pejabat tinggi negara tidak pernah melihat dan mengetahui hal itu.

Mereka hanya bertemu dan berkunjung berkisar di tempat orang kaya dan temannya pejabat. Lihat dulu rakyat pinggiran kota, penduduk desa yang jauh dari kota. Mereka hanya untuk mempertahankan hidup, karena nyawa manusia itu masih tinggi nilainya. Sementara pejabat negara di kota hidup senang dan banyak bernewah-mewah.

Saya selaku rakyat biasa mengusulkan kepada pemerintah agar kenaikan harga BBM bersubsidi itu tidak sampai 30 persen.  Jika terpaksa 15 persen atau lebih baik 10 persen. Enam bulan berikutnya naik 10 persen.

Memang bagi Jusuf Kalla, tidak masalah kenaikan itu. Bahkan mungkin ada tujuan terselubung agar rakyat marah dan memaksa presiden turun. Jusuf Kalla pun naik. Golkar pula politik lain, karena mereka sekarang ini sedang kurang diminati rakyat kecil. Buktinya di Pilkada dukungan mereka kalah.

Kepada pak Susilo Bambang Yudhoyono selaku presiden, agar menerima keluhan rakyat ini. Yang unjuk rasa akan menerima kenaikan itu jika hanya 10  persen Jika kenaikan 30 persen ini namanya mesyusahkan rakyat akan berpengaruh kepada Pemilu 2009. Partai Golkar dan Partai Demokrat, akan dinilai rakyat sebagai partai yang tidak peduli rakyat. [ Marihot Siagian di Glugur Medan ]

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.