Singapura Menyeru Pertemuan Khusus Asean Bahas Isu Myanmar
10 Mei 2008 | 14:48 WIB
Singapura ( Berita ) : Singapura yang kini menjadi ketua asosiasi negara-negara Asia Tenggara , ASEAN, telah menyeru agar dilakukan pertemuan khusus menteri luar negri ASEAN untuk membahas bagaimana caranya membantu Myanmar dari bencana angin topan tropis Sabtu lalu, Departemen Luar negri melaporkan Sabtu [10/05].
Deplu mengatakan pemerintah Singapura telah mengirim surat ke menteri luar negri Myanmar Nyan Win untuk menerima tawaran Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong untuk menjadi tuan rumah pertemuan tersebut dimana para menlu dapat membahasbagaimana ASEAN dapat membantu Myanmar dalam bantuan kemanusiaan dan upaya melakukan perbaikan di sejumlah wilayah yang terkena bencana.
Nara-sumber dari kalangan pejabat ASEAN mengatakan Singapura telah mengusulkan pertemuan satu hari yang akan dijadwalkan 19 Mei mendatang.
“Kami berencana akan mendengarkan apa-apa yang dibutujhkan Myanmar untuk kegiatan kemanusiaandan pembangunan kembali dan melihat apa-apa saja dari masing-masing anggota ASEAN dapat lakukan untuk menolong Myanmar baik untuk jangka pendek maupun jangka menengah,” kata seorang narasumber.
Lee juga pernah mengusulkan pertemuan puncak khusus bagi para pemimpin ASEAN yang digelar di Jakarta pada Januari 2005 untuk membantu Indonesia setelah dilanda gempa bumi dan tsunami pada Desember 2004. Tetapi berbeda dengan pertemuan khusus tahun 2005 kali ini tak ada negara-negara donor dari luar kawasan dan hanya akan dihadiri oleh 10 anggota ASEAN.
Namun masih belum jelas apakah Myanmar menyetujui untuk digelarnya pertemuan khusus itu, demikian dikatakan narasumber.
Para pejabat senior ASEAN yang berada di Singapura untuk pertemuan rutin mengadakan pertemuan informal Jumat untuk membahas isu tersebut atas inisiatif Singapura. Sebelumnya pejabat senior peserta pertemuan Forum Regional Asia mendesak pemerintah Myanmar untuk mempercepat proses penerimaan bantuan darurat dari luar.
Para pejabat yang menjadi peserta ARF menekankan pentingnya untuk mempercepat penerimaan bantuan kemanusiaan dan pembagian bantuan berupa materi kebutuhan pribadi, termasuk kehadiran tenga relawan di wilayah terkena bencana menurut pernyataan yang dikelaurkan oleh Singapura yang menjadi tuan rumah pertemuan.
Dalam pertemuan yang berlangsung satu hari yang mempersiapkan pertemuan tahunan para menlu ARFdi Singapura Juli mendatang para pejabat mendesak Myanmar untuk membuat mekanisme kerja sama dengan badan-badan bantuan.
Mekanisme tersebut dapat memperbaiki kerusakan dan memenuhi kebutuhan di wilayah terkena bencana dan selaij itu juga dapat memfasilitasi pembagian dan penyaluran bantuan kemanusiaan serta masuknya dan penempatan tim relawan penylamat dan tim medis dengan segala peralatannya, demikian dinyatakan dalam pernyataan usulan tersebut.
Pernyataan usulan tersebut merefleksikan frustasinya masyarakat internasional dengan kesulitan untuk membawa masuk bantuan ke Myanmar karena adanya pearturan visa yang diberlakukan pemerintah Yangon dan sejumlah faktor lainnya.
Peserta ARF adalah ke sepuluh anggota ASEAN, Brunei, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam Vietnam. ditambah mitra dialog Amerika Serikat,China, Jepang, India, Korea Selatan, Korea Utara, Rusia dan Uni Eropa. ( ant/kyodo )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.