Krisis Pangan Dunia Dipicu Sumber Energi Alternatif Dari Bahan Pangan
9 Mei 2008 | 17:34 WIB
Bandarlampung ( Berita ) : Ancaman krisis pangan dunia, menurut pakar pertanian Universitas Lampung (Unila), Prof Dr Ir Muhajir Utomo MSc, diprediksi akan benar-benar terjadi dengan kecenderungan penggunaan bahan pangan yang menjadi sumber utama energi alternatif terbarukan.
“Bisa mengancam dan terjadi krisis pangan dunia, kalau bahan baku energi alternatif itu menggunakan juga bahan pangan, sehingga persediaan bahan pangan dunia akan mengalami kekurangan padahal yang memerlukan semakin besar jumlahnya,” ujar guru besar ilmu tanah dan ahli olah tanah konservasi Indonesia, di Bandarlampung, Jumat [09/05] .
Menurut mantan Rektor Unila itu, seharusnya energi terbarukan tidak hanya mengandalkan sumber dari bahan pangan tapi mencari bahan baku yang bukan bahan pangan, mengingat potensi sumber energi terbarukan yang lainnya juga masih cukup besar.
Namun Muhajir juga mengingatkan bahwa masalah krisis pangan itu dapat dipicu pula oleh kondisi distorsi yang terjadi akibat masalah ketersediaan dan pengelolaan sumberdaya air yang masih buruk.
Kemudian alih fungsi lahan pertanian menjadi fungsi nonpertanian yang tinggi, masih banyak lahan kritis, serta SDM dan pekerja yang menekuni sektor pertanian kian menyusut karena banyak terserap di sektor industri dan jasa maupun perdagangan serta sektor lainnya. “Kalau semua kondisi distorsi itu tidak segera ditangani dengan baik, dapat mendorong krisis pangan dunia yang juga bisa terjadi di Indonesia termasuk di Provinsi Lampung, akan benar-benar menjadi ancaman yang serius,” katanya lagi.
Menurut Muhajir pula, kecenderungan produksi dan persediaan pangan dunia dan nasional maupun daerah yang berkurang juga dapat berakibat pada kenaikan harga bahan pangan yang melonjak, melebihi angka normal dan wajar yang seharusnya. “Betul memang kalau harga pangan tinggi itu akan memberikan kontribusi keuntungan bagi para petani. Tapi idealnya harga pangan itu tetap dapat terjangkau oleh kalangan buruh tani dan masyarakat umum di luar petani. Karena kalau produksi dan persediaan pangan relatif sedikit dan mahal, akan membahayakan serta bisa memicu terjadi konflik dalam masyarakat,” kata dia lagi.
Karena itu, Muhajir Utomo mengingatkan dunia internasional untuk bersama-sama dapat mendorong penggunaan energi terbarukan saat ini dan ke depan tidak menggunakan bahan baku yang merupakan bahan pangan, untuk mencegah tidak terjadi krisis pangan dunia secara berkepanjangan.
Bagi Indonesia, Muhajir menyarankan agar dapat mengupayakan kebijakan nasional bidang pertanian dan pangan secara mantap dan terpadu serta komprehensif, sehingga akan mendorong adanya peningkatan produksi pertanian khususnya pangan dan jaminan ketersediaan bahan pangan utama secara mencukupi bagi masyarakat luas.
“Pemerintah pusat melalui departemen terkait dan pemda melalui dinas terkait harus menjaga agar produksi dan ketersediaan serta distribusi bahan pangan itu terjaga. Pemerintah juga harus makin peduli dan komitmen yang tinggi pada sektor pertanian dan perbaikan kesejahteran para petaninya,” demikian Muhajir Utomo. ( ant )




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.