Junta Myanmar Izinkan Pasokan Bantuan AS
9 Mei 2008 | 11:13 WIB
Yangon ( Berita ) : Junta Myanmar memberikan izin kepada militer AS untuk menerbangkan pasokan bantuan kemanusiaan untuk para korban yang selamat dari Topan Nargis , kata Panglima Tertinggi militer Thailand Boonsrang Niumpradit kepada Reuters, Kamis [08/05] .
“Kami telah membantu AS untuk berbicara dengan pemerintah Myanmar untuk mengizinkan pesawat-pesawat AS yang ikut serta dalam pelatihan Emas Kobra untuk menerbangkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar. Mereka setuju,” katanya mengacu pada pelatihan militer gabungan Thailand-AS.
Seorang pejabat kedubes AS mengkonfirmasikan keputusan itu dan Boonsrang mengatakan pesawat pertama mungkin akan meninggalkan Thailand dalam satu atau dua hari.
“Mereka sangat curiga AS akan melakukan usaha-usaha lebih dari sekedar mendistribusikan pasokan bantuan, tetapi kami membantu meyakinkan Burma untuk mengizinkan AS masuk,” kata Boonsrang.
Keputsan itu adalah suatu kejutan karena cenderung adanya rasa tidak percaya yang besar dan percekcokan antara para jenderal Burma dan Washington, yang memberlakukan sanksi keras dalam usaha mengakhiri kekuasaan militer yang puluhan tahun itu.
Akan tetapi, tekanan internasional telah dilakukan terhadap junta agar membuka pintunya bagi operasi pertolongan internasional untuk para korban topan terburuk yang melanda Asia sejak tahun 1991, di mana 143.000 orang tewas di negara tetangga Bangladesh.
Topan itu menghantam Delta Irrawady dengan kecepatan angin 190km perjam disusul dengan gelombang pasang , Sabtu.
Tiga pesawat yang mengangkut pasokan-pasokan penting PBB untuk para korban topan Myanmar tertunda keberangkatannya Kamis menunggu izin dari pemerintah militer setelah mereka menurut rencana akan mendarat, kata para pejabat PBB. “Mereka memerlukan bantuan hari ini. Mereka membutuhkan bantuan kemarin,” kata Tony Banbury , direktur wilayah Asia Program Pangan Dunia (WFP) PBB di Bangkok. “Mereka tidak dapat menunggu, dan mereka seharusnya tidak diminta menunggu sampai besok dan bantuan pangan , air dan obat-obatan perlu segera sampai.”
Seorang pejabat lain WFP mengatakan tiga pesawat itu sedang menunggu di landas pacu di Bangkok, Dhaka dan Dubai dengan 38 ton pasokan bantuan.
Para pejabat WFP mengatakan mereka memperkirakan satu pesawat kargo Thailand telah mendarat di Yangon dengan mengangkut tujuh ton biskuit enerji tinggi.
Topan Nargis yang diperkirakan menewaskan sekitar 100.000 orang dan satu juta orang hilang jiwa itu menghantam kota-kota dan desa-desa pantai di delta ladang padi di barat daya Yangon, Sabtu , topan paling dahsyat melanda Asia sejak tahun 1991, di mana 143.000 orang tewas di negara tetangga Bangladesh. (ant/rtr )




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.