BI Perkirakan Kredit Oleh Korporasi Masih Kuat
9 Mei 2008 | 16:13 WIB
Jakarta ( Berita ) : Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan kredit perbankan oleh kelompok korporasi masih akan kuat termasuk ketika pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Dari komunikasi saya dengan pimpinan bank, diperkirakan akan terjadi pada tekanan pada kredit konsumsi tetapi ‘demand’ kredit korporat masih akan cukup kuat,” kata Deputi Gubernur BI, Muliaman D. Hadad di Jakarta, Jumat [09/05] .
Ketika menghadiri wisuda sekolah pimpinan bank (Sespibank) angkatan 47 dan 48 sekaligus pembukaan Sespibank angkatan 49 pada Lembaga Pendidikan Perbankan Indonesia (LPPI), Muliaman mengatakan, perkiraan masih kuatnya permintaan kredit oleh korporasi didasarkan kepada kondisi bahwa Indonesia masih dipertimbangkan sebagai negara tujuan investasi setelah China dan India.
“Indonesia masih dipertimbangkan sebagai negera ketiga di Asia setelah China dan India bagi investor untuk tanamkan modal. Jadi kita masih diperhitungkan,” katanya.
Menurut dia, BI terus melakukan “stress test” jika indutsri perbankan nasional dihadapkan kepada situasi ekstrim seperti harga minyak dunia dan ekonomi yang bergejolak. “Secara industri kita harus kuat, saat ini kinerja masih bagus,
pertumbuhan kredit masih kuat. Pertumbuhan tahunan 2008 hingga saat ini masih sekitar 28,6 persen. Ini lebih tinggi dari tahun lalu,” katanya.
Muliaman menyebutkan, keharusan menyiapkan kader-kader perbankan yang handal merupakan kebutuhan untuk memperkuat industri perbankan di masa depan.”Kebutuhan memanage risiko menjadi penting dengan adanya goncangan global dan dinamika ekonomi nasional. Ini menjadi tantangan tidak kecil bagi kita,” katanya.
Sementara itu Direktur Utama LPPI, Subarjo Joyosumarto mengatakan, Sespibank angkatan 47 meluluskan 19 orang dan angkatan 48 meluluskan 25 orang wisudawan. “Sespibank adalah pelatihan untuk calon-calon pimpinan bank-bank konvensional,” katanya.
LPPI menyadari bahwa saat ini perbankan syariah telah berkembang pesat sehingga LPPI tengah mendisain Sespibank untuk perbankan syariah. “Mengingat perbankan syariah bersifat universal, maka dalam Sespibank syariah juga akan diikutsertakan calon pimpinan dari lembaga keuangan non perbankan syariah seperti asuransi takaful dan reksadana syariah,” kata Subarjo. ( ant )




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.