Kaisar Jepang Berterima Kasih Kepada Ginandjar Kartasasmita
8 Mei 2008 | 16:05 WIB
Tokyo ( Berita ) : Kaisar Jepang Akihito menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ginandjar Kartasasmita, atas perannya dalam meningkatkan hubungan kerja sama Indonesia-Jepang selama ini.
Hal itu terungkap dalam pidato Kaisar Akihito pada upacara penganugerahan tanda kehormatan “Grand Cordon of The Order of The Rising Sun “kepada tujuh orang, termasuk Ginandjar Kartasasmita, yang berlangsung di Istana Kekaisaran Jepang, di Tokyo, Kamis [08/05] .
Demikian pernyataan pejabat Rumah Tangga Kekaisaran Jepang sesaat setelah upacara penganugerahan selesai. Upacara berlangsung pukul 10.30 itu disaksikan langsung oleh PM Jepang Yasuo Fukuda. Ginandjar pernah belajar di Negara Matahari Terbit itu
Ginandjar Kartasasmita, pada Kamis pagi itu merupakan satu-satunya orang non Jepang yang menerima penghargaan “Grand Cordon of The Order of The Rising Sun” , yang merupakan bintang jasa tertinggi yang diberikan pemerintah Jepang kepada warga negara asing.
Ketujuhnya berdiri dengan tertib dihadapan Kaisar dan kemudian maju satu persatu untuk menerima pengalungan bintang jasa langsung dari kaisar.
Sementara itu, PM Jepang Yasuio Fukuda, berdiri dekat Kaisar untuk menyerahkan piagam kehormatan tersebut. Usai itu, para anggota keluarga dari masing-masing penerima bintang jasa ikut bergabung untuk mendengarkan pidato yang disampaikan Kaisar.
Dihadapan para hadirin, Kaisar Akihito secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih dari rakyat dan pemerintah Jepang terhadap sumbangan yang diberikan Ginandjar Kartasasmita baik terhadap upaya perdamaian dan juga peningkatan hubungan yang mendalam bagi Indonesia dan Jepang.
Usai acara resmi, dilanjutkan dengan sesi foto bersama di antara sesame penerima bintang jasa yang juga ditemani oleh masing-masing pasangannya di halaman istana kekaisaran.
Penganugrahan tersebut bertepatan dengan diperingatinya 50 tahun hubungan persahabatan Indoensia-Jepang yang dimulai sejak 1958. Pada Januari 1958, Indonesia dan Jepang menandatangani perjanjian diplomatik, namun baru berlaku efektif bulan April 1958. ( ant )




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.