FAO Bantu Sektor Perikanan Aceh Rp 69 Miliar
8 Mei 2008 | 15:56 WIB
Banda Aceh ( Berita ) : Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Palang Merah Amerika (ARC) menyediakan dana 7,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 69 miliar untuk membantu rehabilitasi dan pembangunan berkelanjutan sektor perikanan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) hingga 2010.
Penasehat Senior untuk Perencanaan Perikanan dan Agrikultur FAO Roma, Rolf Willman, pada acara lokakarya di Banda Aceh, Kamis [08/05] , menyatakan, bantuan tersebut akan digunakan untuk empat komponen di bidang perikanan pasca tsunami yaitu perikanan budidaya, pengelolaan bersama perikanan tangkap, pasca panen dan pemasaran serta koordinasi dan perencanaan.
Sebelum proyek tersebut berjalan, pihak donatur mengadakan lokakarya yang dihadiri sekitar 200 orang yang terdiri atas nelayan, petambak udang, pedagang ikan (muge), panglima laot, ilmuwan dan para perencana, perwakilan LSM dan donor di sektor perikanan dan pemerintah daerah.
Kegiatan selama dua hari itu untuk membahas berbagai rencana untuk dua tahun ke depan hingga Juni 2010. Selama lokakarya, peserta membicarakan pengembangan sektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya yang berkesinambungan serta untuk memelihara pencaharian masyarakat dan membangun komunitas yang dinamis, katanya.
Diharapkan, proyek itu dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada masyarakat yang terkena tsunami dari nelayan hingga staf pemerintah serta membangun investasi sarana dan prasarana yang telah dibangun oleh lembaga donor pasca tsunami.
Peserta loka karya itu diikuti oleh 9 dari 18 kabupaten pesisir di Aceh. Di pesisir barat meliputi Kabupaten Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya fokus pada kegiatan pengelolaan perikanan dan penanganan ikan pasca panen.
Di pesisir timur mulai dari Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara fokus pada program penanganan pascapanen, pemasaran dan perikanan budidaya.
Dikatakan, kegiatan ini juga memberikan dukungan untuk pemerintah dalam meningkatkan koordinasi dan perencanaan di 9 kabupaten tersebut.
Willman menyatakan, disain keseluruhan proyek dan rencana kerja untuk setahun ini telah disiapkan tahun 2007 melalui konsultasi lanjutan yang dilakukan dengan mitra yang berkaitan selama lima bulan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NAD, Razali AR menyambut baik kerjasama dan bantuan yang diberikan FAO dan ARC, karena diharapkan akan membangkitkan ekonomi nelayan, baik di laut maupun darat.
Disebutkan, akibat musibah tsunami, bidang perikanan merupakan sektor yang paling besar terkena imbasnya, ratusan kapal berserta peralatan milik nelayan hancur dan ribuan hektare tambah rusak. Oleh karena itu, dengan adanya bantuan tersebut diharapkan sektor perikanan di Aceh bisa bangkit kembali, sehingga kesejahteraan nelayan meningkat, katanya. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.