BKKBN Terima Studi Banding Dari 95 Negara
8 Mei 2008 | 16:06 WIB
Denpasar ( Berita ) : Pusat Pelatihan dan Kerjasama Internasional (PULIN) BKKBN menerima 4.418 orang dari 95 negara yang mengadakan latihan dan studi banding mengenai keberhasilan program keluarga berencana (KB), kesehatan reproduksi (KR) dan pemberdayaan keluarga di Indonesia.
“Indonesia merupakan salah satu dari empat pusat unggulan KB, KR dan pemberdayaan keluarga, disamping Meksiko, Thailand dan Tunisia,” kata Kepala BKKBN pusat Sugiri Syarief di Kuta, Bali, Kamis [08/05] .
Di sela-sela pelaksanaan Konferensi Internasional Manajemen Kesehatan Reproduksi(International Conference on Reproductive Health Management Emphasis on Familly Planning) yang melibatkan utusan dari 24 negara, ia mengatakan, keempat pusat unggulan di dunia itu ditetapkan oleh UNFPA, yakni dana kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Indonesia (BKKBN) selain menerima peserta latihan dan studi banding masalah KB dari mancanegara juga mengirim 1.278 orang untuk studi banding masalah KB selama lima tahun terakhir.
Mereka terdiri atas pejabat di tingkat pusat, daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), 100 orang diantaranya rata-rata setiap tahun untuk melanjutkan jenjang pendidikan S-2 dan S-3.
Sugiri Syarief menambhakan, PULIN BKKBN juga menjalin kerjasama dengan pusat latihan internasional, lembaga perguruan tinggi dan institusi terkemuka di mancanegara.
Kerjasama tersebut antara lain dengan Malaysia (ICOMP), Thailand (PDA), Cina (NPPTCI), Taiwan (TAITRA) dan Australia (Flinders University).
Studi banding dan pelatihan ke mancanegara merupakan salah satu upaya memberikan kesempatan kepada para pembuat kebijakan dan pengambil keputusan, yang dalam waktu relatif singkat mampu meningkatkan pengetahuan, wawasan dan belajar dari keberhasilan dan kegagalan negara lain, ujar Sugiri Syarief. ( ant )




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.