Rencana Naikkan BBM Perlu Dipertimbangkan Kembali
7 Mei 2008 | 17:31 WIB
Banda Aceh ( Berita ) : Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) organisasi angkutan darat (Organda) Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mendesak pemerintah pusat untuk mempertimbangkan kembali rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai Juni mendatang.
“Sekarang saja kita sudah megap-megap, apalagi harga BBM naik dengan sendirinya ongkos angkutan akan naik, sehingga beban rakyat akan bertambah karena berdampak terhadap harga berbagai jenis barang kebutuhan pokok masyarakat,” kata Ketua DPD Organda NAD HM Syukur di Banda Aceh, Rabu [07/05].
Bagi pengusaha angkutan, tidak ada pilihan lain kecuali menyesuaikan kembali tarif angkutan yang berlaku selama ini, baik tarif angkutan penumpang maupun barang karena dengan sendirinya harga semua onderdil kendaraan akan melonjak. “Kalau pemerintah benar-benar mengeluarkan kebijakan menaikan harga BBM, para pengusaha angkutan di Aceh sudah siap dengan memberlakukan tarif baru,” tambah Syukur.
Menurut Direktur CV Pelangi Banda Aceh itu, pada 2005 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengucapkan selama masa kepemimpinannya tidak akan menempuh kebijakan menaikan lagi harga BBM, namun kenyataannya kini mulai muncul kembali rencana tersebut. “Kita memahami perkembangan harga minyak dunia akhir-akhir ini terus melambung, sehingga pemerintah berada pada posisi sulit,” katanya.
Sejak munculnya rencana pemerintah akan menaikan harga BBM beberapa waktu lalu, harga berbagai jenis kebutuhan pokok masyarakat kini mulai bergerak naik, seperti beras, minyak goreng dan sayur-mayur, namun para pengusaha angkutan darat di Aceh masih memberlakukan tarif lama. “Sudah hampir
Menghadapi kondisi masyarakat di Aceh saat ini, apalagi baru bangkit dari keterpurukan akibat konflik berkepanjangan serta bencana alam gempa bumi dan tsumani, sudah sewajarnya pemerintah mempertimbangkan kembali wacana menaikan harga BBM menunggu hingga ekonomi masyarakat


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.