Unicef Bangun Ratusan Sekolah Di Aceh-Nias
6 Mei 2008 | 10:35 WIB
Banda Aceh ( Berita ) : Badan PBB yang menangani masalah anak (Unicef) telah membangun ratusan Sekolah Dasar (SD) yang rusak akibat gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Nias.
“Sebanyak 102 unit sekolah sudah selesai dibangun dari komitmen Unicef sebanyak 346 unit,” kata Kepala Kantor Unicef Banda Aceh, Ingrid Kolb Hindarmanto di Banda Aceh, Senin [05/05] .
Ingrid mengatakan, Unicef menjalankan programnya di Aceh dan Nias selama lima tahun sejak 2005-2010 sehingga Unicef masih mempunyai waktu untuk membangun sisa sekolah yang belum selesai.
Bangunan sekolah yang dibangun Unicef memiliki sistem tahan gempa, karena menggunakan material yang baik dan perencanaan struktur yang ramah anak yang diperkirakan mampu bertahan minimal 30 tahun.
Untuk membangun satu unit sekolah Unicef mengalokasikan biaya sebesar 250 ribu dolar Amerika Serikat sehingga dibutuhkan dana sebesar 86,5 juta dolar AS untuk membangun seluruh komitmen Unicef.
Selain membangun sekolah, Unicef juga berkomitmen membangun Posyandu Plus yang didalamnya terdapat Polindes, rumah tinggal bidan dan taman bermain
Namun dari seluruh komitmen tersebut baru 10 unit Posyandu Plus yang selesai dibangun sementara 76 unit sedang tahap pembangunan dan sisanya masih proses tender dan seleksi kontraktor.
Menurut Ingrid, pencapaian pembangunan Posyandu plus yang masih minim tersebut disebabkan berbagai permasalahan seperti terkait masalah tanah.
“Lebih mudah membangun sekolah dibandingkan Posyandu karena letaknya yang terpencil, sulitnya mencari kontraktor dan masalah tanah sedangkan sekolah kita bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Aceh,” katanya.
Lewat Komik
Badan PBB yang menangani masalah anak (Unicef) memberikan dukungan pada proses perdamaian di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) lewat komik dan buku mengenai akidah akhlak.
“Kami memberikan dukungan dengan `peace education’ (pendidikan tentang perdamaian) untuk mendukung proses perdamaian di Aceh,” kata asisten project unit perlindungan anak kantor Unicef Banda Aceh, Maki Noda di Banda Aceh, Senin.
Sejak 2007, Unicef telah mengeluarkan sejumlah komik berbagai judul yang isinya mengenai keanekaragaman suku dan kehidupan sehari-hari anak yang berbeda suku dan agama.
Dengan komik diharapkan anak-anak lebih mudah menangkap arti dan maksud cerita tersebut sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Komik yang dibuat oleh komikus Jepang bekerja sama dengan penulis lokal itu tahun ini akan direvisi dengan mengubah kontennya (isinya) menjadi lebih spesifik keacehannnya.
Dia mengatakan, Unicef tidak memiliki program khusus untuk proses perdamaian karena mandatnya hanya melindungi anak-anak. Karena itu dukungan untuk perdamaian di Aceh juga dikhususkan untuk anak-anak yang menjadi korban konflik termasuk tsunami.
“Peace Education” diberikan dengan tujuan untuk menghilangkan pemikiran balas dendam dan rasa trauma akibat konflik bersenjata yang berkepanjangan.
Unicef memberi pendidikan damai dengan membentuk 19 `
Sementara untuk anak-anak mantan kombatan diberi program `art in the bag’ atau seni dalam tas yang berupa seperangkat alat gambar untuk anak-anak dimana merupakan wadah anak-anak untuk berekspresi dengan menceritakan lewat gambar.Program `art in the bag’ telah dilaksanakan di enam kabupaten/kota di Aceh yang terkena dampak konflik dan tsunami. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.