Presiden Buka Musrenbangnas 2008 : Harian Berita Sore

Presiden Buka Musrenbangnas 2008

6 Mei 2008 | 15:43 WIB

Jakarta ( Berita ) :  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa [06/05] , di Kompleks Bidakara, Jakarta, membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2008.

Musrenbangnas 2008, sebuah pertemuan yang digunakan sebagai ajang saling tukar pikiran para pimpinan daerah –gubernur,walikota, bupati– dengan pemerintah pusat dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2009, bertema “Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dan Penanggulangan Kemiskinan”.

Forum dialog antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah itu berlangsung selama empat hari, 6-9 Mei dan selain diikuti oleh lebih dari 200 pimpinan daerah juga dihadiri perwakilan Kadin dan dunia usaha.

Pada kesempatan itu , Presiden menggarisbawahi pelaksanaan Musrenbangnas untuk memastikan RKP 2009 dan RKPD 2009 tepat sehingga pembangunan di tahun mendatang tepat dan berhasil demi kesejahteraan rakyat.

Presiden juga mengingatkan agar para pemimpin mampu menjawab tantangan masa depan dengan mengubah segala tantangan menjadi peluang, termasuk krisis pangan dan energi yang saat ini dihadapi.

Pada kesempatan yang sama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional /Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan jika proses penyusunan dokumen RKP 2009 telah dimulai pada Januari 2008 dan dibahas dalam sidang kabinet pada awal Maret dan April.

Disebutkan bahwa Musrenbangnas diharapkan dapat menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah pusat dengan daerah untuk menyempurnakan RKP, sinkronisasi program, kegiatan pokok dan pagu anggaran,serta memperkuat koordinasi kerja pemerintah, partisipasi masyarakat dan pengawasan pelaksanaan.

Sebelum membuka acara selain memperingatkan para peserta untuk tidak mengantuk sehingga dapat memetik manfaat maksimal dari acara, Presiden juga menyerahkan tiga buah buku –antara lain buku pegangan pelaksanaan pemerintahan dan perimbangan daerah dan buku evaluasi tiga tahun pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah 2004-2009– kepada Gubernur Papua Barnabas Suebu , Bupati Purworejo dan Walikota Banda Aceh.

Presiden membuka Musrenbangnas 2008 dengan memukul gong sebanyak lima kali. Turut  mendampingi adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Paskah Suzetta.

 

Instruksikan Para Pejabat

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan para pejabat di jajaran pemerintahan untuk dapat memisahkan antara tugas pemerintahan dengan  politik praktis.

Hal tersebut dikemukakan Presiden dalam sambutannya di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2008 di Jakarta, Selasa.

“Pisahkan dan bedakan mana kegiatan pemerintah dan politik praktis dalam konteks pemilu,” katanya.

Presiden mengatakan bahwa sedinamis apa pun situasi politik menjelang Pemilihan Umum 2009 nanti maka para pejabat pemerintahan diimbau untuk tidak meninggalkan tugas pokoknya sebagai pengayom masyarakat.

“Atur waktu yang tepat. Mana tugas pemerintah dan mana tugas politik,” katanya.

Kepala Negara mengimbau para pejabat pemerintahan agar tidak mengorbankan rakyat karena kompetisi yang melebihi batas kepatutan. “Jika ada konflik kepentingan negara dan parpol, maka utamakan kepentingan negara,” katanya.

Presiden juga mengatakan bahwa tidak ada istilah oposisi dalam jajaran pemerintahan. “Dari mana pun berasal, dari partai politik mana pun, kita berada dalam satu “perahu “(sehingga) menjalankan garis kebijakan pemerintah sehingga tidak ada istilah oposisi di antara kita. Selama ini kebersamaan kita baik, saya, wapres, menteri, gubernur, dan walikota, kompak bersatu ingin menjalankan sebaik-baik pemerintahan untuk rakyat yang kita pimpin,” katanya.

Presiden yakin bahwa dengan kedewasaan yang ada maka bangsa Indonesia dapat mewujudkan kehidupan demokrasi dan pemilu yang baik. Imbauan Presiden itu dikemukakan dihadapan lebih dari 300 pemimpin daerah –gubernur, bupati dan walikota– dari seluruh penjuru daerah.

 

Dilarang Tidur

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengeluarkan pengumuman kepada kepada semua peserta Musyawarah Rencana Pembangunan Nasioanl (Musrenbangnas) 2008 agar tidak tidur saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pidato,  supaya peristiwa serupa yang terjadi di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) pada awal April 2008 tidak terjadi lagi.

Pada dua layar lebar yang dipasang di sisi kiri dan kanan panggung di Ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, tertulis pengumuman “Selama arahan Presiden, para peserta dan undangan harap tidak tidur, tidak mengobrol, dan tidak mengaktifkan ‘handphone’.”

Pada acara di Lemhanas awal April 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat marah dan menegur seorang peserta  yang merupakan kepala daerah yang tertidur saat Yudhoyono berpidato di podium.

Presiden bahkan sempat meminta agar kepala daerah yang tertidur saat ia berpidato itu tidak usah diluluskan dari pelatihan di Lemhanas mengingat tabiatnya yang tidak bisa diteladani selaku pejabat negara.

Serupa dengan acara pelatihan di Lemhanas, maka pada acara Musrenbangnas yang diselenggarakan Bappenas juga diikuti oleh para kepala daerah, yaitu gubernur, bupati dan walikota dari seluruh Indonesia. Peringatan itu ditayangkan satu jam sebelum dimulainya acara pada pukul 10.00 WIB.

Namun saat ini, Meneg PPN /Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, berpidato menyampaikan laporannya , ternyata sudah ada beberapa peserta yang menunduk memejamkan mata. ( ant )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.