Menlu RI-Malaysia Sepakat Percepat Pelaksanaan Komitmen Kedua Negara
6 Mei 2008 | 10:52 WIB
Jakarta ( Berita ) : Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda dan Menlu Malaysia Datuk Seri Utama Rais Yatim sepakat untuk segera mengambil langkah-langkah nyata guna mempercepat komitmen-komitmen yang telah dicapai dalam pertemuan konsultasi kedua kepala negara awal tahun ini di Malaysia.
Hal itu dinyatakan dalam pertemuan dwipihak kedua menteri luar negeri di Gedung Departemen Luar Negeri RI Jakarta, Senin [05/05] , sebagaimana disampaikan oleh Jurubicara Deplu RI Kristiarto Soeryo Legowo.
“Mereka sepakat untuk dapat segera mengambil langkah-langkah mempercepat komitmen-komitmen yang telah dicapai (dalam konsultasi tahunan tingkat kepala negara),” kata Kristiarto.
Menurut Jubir Deplu, sekalipun sifat kunjungan Menlu Malaysia adalah kunjungan perkenalan namun keduanya mempergunakan kesempatan pertemuan itu untuk menindaklanjuti hasil konsultasi tahunan kedua kepala negara pada 11 Januari 2008 di Kuala Lumpur.
Sejumlah isu yang dibicarakan, lanjut dia, antara lain penyelesaian masalah perbatasan, perlindungan TKI, pemajuan pertukaran kunjungan pemuda RI-Malaysia dan peningkatan hubungan masyarakat media kedua belah pihak.
Terkait isu perbatasan, menurut Kristiarto, kedua menlu sepakat untuk membawa sejumlah aspek dalam perundingan yang tidak dapat diselesaikan di tingkat teknis ke tingkat yang lebih tinggi (tingkat menlu).
Perundingan mengenai masalah perbatasan kedua negara di tingkat teknis terakhir kali dilakukan pada 21-22 Febuari.
Sejumlah masalah perbatasan kedua negara yang belum terselesaikan adalah masalah delimitasi batas laut di Selat Malaka, China Selatan dan laut Sulawesi, serta perbatasan darat di Kalimantan Timur-Sabah dan Kalimantan Barat-Sarawak.
Mengenai masalah penanganan TKI, kedua negara sepakat untuk meningkatkan perlindungan terhadap TKI.
Pada kesempatan itu juga dicapai kesepakatan bahwa Menlu RI akan melakukan kunjungan ke Malaysia pada Juni sekaligus memperkenalkan anggota kelompok pakar ulung (Eminent Person Group/EPG) yang disepakati pada pertemuan konsultasi tahunan kedua kepala negara.
“Tujuh anggota EPG itu akan diperkenalkan secara resmi bersamaan dengan kunjungan Menlu,” kata Kristiarto seraya menambahkan bahwa proses pemilihan anggota EPG masih berlangsung.
Dalam pertemuan konsultasi tahunan kedua negara sepakat untuk membentuk tim EPG yang akan memberikan masukan kepada kedua pemerintah mengenai isu-isu dwipihak.
“Masalah antara dua negara yang bertetangga itu akan selalu ada, tetapi yang terpenting adalah kehendak untuk menyelesaikannya,” ujarnya.
Menlu Rais Yatim melakukan kunjungan perkenalan ke Indonesia, 4-6 Mei 2008 sebelum kemudian bertolak ke Filipina untuk melakukan kunjungan serupa.
Rais Yatim –yang pernah menjabat menlu pada 1986-1987– itu dilantik menjadi menlu menggantikan Syed Hamid Albar.
Di Indonesia, Rais Yatim melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres Jusuf Kalla, Menlu RI Hassan Wirajuda dan juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Agung Laksono.
Sementara itu hubungan RI-Malaysia yang telah memasuki usia 50 tahun dalam beberapa waktu terakhir acap diwarnai dengan sejumlah riak yang memicu aksi unjuk rasa di Indonesia, antara lain terkait kasus pemukulan wasit dan klaim lagu. (ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.