Kenaikan BBM Beri Kepastian Bagi Investor
6 Mei 2008 | 15:37 WIB
Jakarta ( Berita ) : Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) harus segera dilakukan pemerintah, karena jika itu tidak dilakukan akan memberikan sentimen negatif bagi investor, terbukti dengan cukup banyaknya investor yang menjual portofolio investasinya karena takut pemerintah tidak kuat menanggung APBN.
“Pemerintah harus segera merealisasikan rencana kenaikan harga BBM ini. Jika itu dilakukan maka akan memberikan kepastian bagi investor,” kata ekonom Danareksa, Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa [06/05] .
Purbaya mengatakan, harga minyak dunia yang terus melambung akan berdampak signifikan pada APBN. Karenanya pemerintah harus mengambil langkah yang cepat dan bijaksana dengan menaikan harga BBM.
“Selain itu kenaikan harga BBM ini juga memberikan kepercayaan bagi investor terhadap kelangsungan pembangunan nasional,” ujarnya.
Menurut perhitungannya setiap kenaikan 10 persen harga BBM akan berdampak pada peningkatan inflasi sebesar 0,7 persen. “Jadi kalau harga BBM naik 30 persen maka tingkat inflasi akan bertambah sekitar 2,1 persen, sehingga inflasi akan bertengger pada level 11 persen.
Dia menambahkan konsekuensi dari meningkatnya inflasi akan berdampak pada BI rate yang mau tidak mau harus ikut naik.
“Paling tidak BI rate lebih kecil atau sama dengan 9 persen, sehingga target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,3 persen masih dapat dicapai,” kata Purbaya.
Sementara itu, dampak kenaikan harga minyak juga akan berdampak pada struktur biaya emiten. “Untuk emiten yang mempunyai struktur biaya energinya lebih besar harus menyesuaikan diri dengan menaikan harga jual produknya,” tambahnya. ( ant )




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.