Pemkab Undang Investor Wisata Ke Aceh Selatan
2 Mei 2008 | 11:21 WIB
Tapaktuan ( Berita ) : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan mengundang investor wisata untuk menanamkan modalnya sebagai upaya membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemkab Aceh Selatan akan mencari dan mengundang investor yang bergerak di bidang pariwisata untuk menanamkan modal di daerah ini, sebab banyak sekali objek wisata yang belum dikelola secara baik dan optimal,” kata Wakil Bupati Aceh Selatan, Daska Aziz, di Tapaktuan, Kamis [01/05] .
Menurut dia, kondisi alam yang berada di pinggir pantai Samudera Indonesia dan di kaki gunung Leuser itu memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan, selain itu daerah yang dikenal dengan hasil komoditas perkebunan pala itu juga memilki kekayaan budaya dan adat istiadat. “Keindahan alam di Aceh Selatan ini tidak kalah dengan daerah lain di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, kita akan menata kembali objek-objek wisata alam yang masih asri dan alami itu,” katanya.
Sementara itu Ketua Tim Riset Evaluasi Persepsi Masyarakat Terhadap Wisata Alam dan Jasa Lingkungan, Azanuddin Kurnia kepada pers mengatakan berdasarkan hasil analisis yang dilakukannya terhadap 10 objek wisata dari 68 objek wisata yang ada di Aceh Selatan itu, Ia mengakui kondisi alam di wilayah itu memiliki nilai pariwisata tinggi.
Melihat kondisi kekayaan alam yang belum tergarap dengan baik itu, tim riset tersebut memberi rekomendasi kepada para investor dan Pemkab Aceh Selatan untuk mengelola objek-objek berharga tersebut secara optimal.
Menurut dia, Pemkab Aceh Selatan hendaknya menjalin kerja sama dengan pihak swasta atau masyarakat yang berminat berinvestasi di sektor wisata, selain itu juga diperlukan promosi yang berkesinambungan untuk memperkenalkan objek-objek wisata tersebut. “Promosi merupakan salah satu indikator penting, promosi itu dapat dilakukan dengan menerbitkan buklet, brosur, selebaran, dan pemberitaan melalui media massa atau menggunakan internet,” katanya.
Aktivis dan pemerhati lingkungan itu mengatakan pengusahaan pariwisata alam Aceh Selatan harus diarahkan pada konsep pengusahaan yang berasaskan konservasi hayati dan non hayati agar terhindar dari kerusakan terhadap objek-objek yang masih alami itu, pengelolaan objek itu juga jangan terlepas dari Syariat Islam yang telah berjalan di Aceh. (ant )



Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.