Aceh Masih Cari Format Pendidikan Islami
2 Mei 2008 | 15:28 WIB
Banda Aceh ( Berita ) : Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) masih mencari format pendidikan Islami untuk menyesuaikan dengan undang undang tentang pelaksanaan syariat Islam yang telah berlaku kaffah (menyeluruh) di daerah itu.
“Kami masih mencari format yang cocok tentang pendidikan Islami dan masalah tersebut menjadi prioritas pada 2008,” kata Kepala Dinas Pendidikan NAD Mohammad Ilyas di Banda Aceh, Jumat [02/05] seusai peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Ia mengatakan dalam waktu dekat akan menyelenggarakan seminar bertema mencari format pendidikan Islami di NAD dengan menghadirkan pimpinan majelis pendidikan daerah, pemerintah, dan para pakar pendidikan.
Mengenai pemisahan ruang kelas antara pelajar laki-laki dan perempuan, Mohammad Ilyas menilai masalah tersebut hanyalah “kulit” luar. “Yang paling penting kurikulum atau bahan ajar sesuai konteks Islami. Artinya, pendidikan di Aceh akan berbeda dengan provinsi lain meski bahan ajar berlaku nasional diterapkan di daerah ini,” katanya.
Ia menjelaskan pendidikan Islami merupakan bagian dari empat prioritas rencana strategis (renstra) pendidikan Aceh untuk
Ia menyadari masih banyak masalah yang harus dikedepankan sebagai upaya memperbaiki mutu pendidikan yang jauh tertinggal dari daerah lain akibat konflik dan musibah tsunami.
Pasca tsunami 26 Desember 2004, infrastruktur berupa gedung sekolah di Aceh lebih baik dibanding provinsi lain menyusul bantuan lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional dan internasional termasuk lembaga donor lain.
“Tetapi tenaga pengajar masih menjadi perhatian serius termasuk soal kekurangan guru. Masalah non fisik tersebut juga harus menjadi prioritas mengejar ketertinggalan,” katanya. ( ant )




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.