RI -Timor Leste Ikat Kerjasama Di Sejumlah Bidang
29 April 2008 | 15:50 WIB
Jakarta ( Berita ) : Pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Timor Leste mengikat kerjasama di sejumlah bidang dalam kerangka persahabatan untuk mengatasi sejumlah masalah di negara termuda di Asia Tenggara itu.
Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao dalam keterangan pers usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka Jakarta, Selasa [29/04] , mengatakan melalui kerjasama antar kedua negara maka satu demi satu masalah di negara tersebut diharapkan dapat selesai. “Kami percaya dengan persahabatan dan kerjasama ini dapat memberikan keuntungan dan manfaat bagi kedua pihak,” katanya.
Ia menambahkan masalah utama yang saat ini dihadapi oleh Timor Leste salah satunya adalah kemiskinan. “Kami juga mengharapkan kerjasama ini bisa membantu menyelesaikan masalah kemiskinan,” paparnya.
Sementara itu Presiden Yudhoyono mengatakan dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Xanana, sejumlah hal dibicarakan antara lain isu bilateral dan isu regional. “Sejumlah hal yang dibicarakan adalah tindak lanjut kerjasama teknis dan pembangunan. Kita juga menindaklanjuti Timor Leste development partners meeting yang dilakukan beberapa waktu lalu,” kata Presiden.
Presiden menambahkan kerjasama di bidang pendidikan juga akan ditingkatkan termasuk pembahasan lebih jauh tentang prosedur visa pelajar bagi mahasiswa dan pelajar asal Timor Leste yang akan menempuh pendidikan di Indonesia. “Saya sangat menghargai adanya Indonesian Language dan Cultural Centre di Dili,” kata Yudhoyono.
Di bidang penerapan pemerintahan yang bersih dan pemberantasan korupsi, masih menurut Kepala Negara, Timor Leste juga menghendaki adanya kerjasama dengan asistensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia untuk sistem anti korupsi di Timor Leste.
Dalam kesempatan itu ditandatangani satu kesepakatan kerjasama dan tiga nota kesepahaman kerjasama antara kedua negara. Perjanjian kerjasama bidang perdagangan yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dengan Menteri pariwisata, perdagangan dan Industri Timor Leste Gil da Costa Alves. Mereka juga menandatangani Nota kesepahaman kerjasama teknis di bidang pengembangan perdagangan.
Nota kesepahaman kerjasama teknis untuk pengembangan industri kecil dan menengah juga ditandatangani oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan Menteri pariwisata, perdagangan dan Industri Timor Leste Gil da Costa Alves.
Terakhir, nota kesepahaman kerjasama di bidang pengawasan obat dan makanan ditandatangani oleh Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI Husniah Rubiana Thamrin Akib dengan rekannya dari Timor Leste Nelson Martins.
Pemberantasan Korupsi
Presiden Sub Komisi Pemberantasan Korupsi pada Parlemen Timor Leste, Cepriana da Costa Pereira mengatakan Timor Leste berniat mendirikan lembaga semacam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kami ingin mendirikan KPK di Timor Leste,” kata Pereira setelah berkunjung ke KPK di Jakarta, Selasa.
Pereira menjelaskan, kunjungan 12 delegasi Sub Komisi Pemberantasan Korupsi yang dipimpinnya ke KPK merupakan pembelajaran tentang pemberantasan korupsi bagi warga Timor Leste.
Pihaknya hendak belajar dari KPK tentang cara kerja, payung hukum, fungsi, dan kewenangan lembaga pemberantas korupsi. Rencananya, Timor Leste akan terus menjalin kerjasama dengan Indonesia, khususnya KPK, tentang upaya pemberantasan korupsi.
Parlemen Timor Leste berencana mengundang Ketua KPK, Antasari Azhar sebagai pembicara utama sebuah seminar pada Juni 2008. Antasari Azhar menyambut baik ajakan kerjasama dari parlemen Timor Leste itu.
Dia juga mengapresiasi keinginan Timor Leste untuk belajar tentang upaya pemberantasan korupsi dari KPK. Hal itu menandakan pemberantasan korupsi di Indonesia mendapat perhatian dunia internasional. “Mereka mengikuti terus perkembangan pemberantasan korupsi di Indonesia,” kata Antasari. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.