Perserikatan Bangsa-Bangsa Bahas Kemelut Pangan
29 April 2008 | 10:44 WIB
Bern ( Berita ) : Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon pada Senin memulai pembicaraan dengan badan utama pembangunan tentang cara menangani kegentingan dipicu pelonjakan harga pangan dan bahan bakar.
“Ini adalah waktu menarik bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa, tapi juga waktu saat kami ditantang menggunakan usaha terbaik untuk meningkatkan harapan, yang ditaruh dunia pada kami,” kata Ban menjelang pertemuan di Bern, ibukota Swis, tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadwalkan menyiapkan rencana tempur untuk keadaan darurat dalam pertemuan dua hari itu, sementara menjajaki langkah lain untuk jangka panjang untuk memecahkan kegentingan pangan dunia.
Pembicaraan itu akan menjadi saksi penyokong proteksionisme melawan yang mendahulukan membuka pasar, serta alasan di antara baik pendukung maupun penentang bahan bakar nabati.
Peningkatan jumlah penduduk, permintaan kuat dari negara berkembang, kenaikan pengolahan tanaman pangan untuk bahan bakar nabati dan peningkatan banjir serta kekeringan membuat harga bahan pangan melonjak tinggi di seluruh dunia.
Ban bertemu lebih dulu dengan pejabat dari Universal Postal Union sebelum ke pembicaraan utama bersama 27 badan utama Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Selain itu, di Bern hadir pula Josette Sheeran, Direktur Pelaksana Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa; Presiden Bank Dunia Robert Zoellick; Jacques Diouf, kepala Badan Pangan dan Pertanian (FAO); dan Lennart Bage, ketuan Dana Antarbangsa untuk Pengembangan Pertanian.
Ban diperkirakan mengeluarkan pernyataan dan mengadakan jumpa pers pada Selasa pukul 07.00 (16.00 WIB).
Ban pada tengah April menyeru segera dilakukan tindakan darurat, namun juga untuk jangka panjang, guna menangani masalah kemelut pangan, yang berkembang mencapai tingkat dunia dan mengingatkan bahwa masalah itu dapat memicu berbagai bencana, antara lain masalah politik dan sekaligus yang menyangkut keamanan.
“Kemelut cepat berkembang dan melanda banyak negara akibat kekurangannya persediaan pangan di seluruh dunia telah mencapai tingkat darurat,” kata Ban di depan pertemuan lembaga keuangan dan perdagangan dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York itu.
Masalah jaminan akan persediaan pangan menjadi hal dikhawatirkan dalam beberapa pekan terahir, karena pasokan bahan pokok menipis atau sulit ditemukan, yang dihadapi banyak negara, dan hal itu terus bertambah dengan peningkatan permintaan kebutuhan akan bahan pokok, yang menyebabkan kerusuhan di berbagai belahan dunia.
Seruan Ban juga diutarakan oleh Direktur Bank Dunia Robert Zoellick, yang mengingatkan bahwa kenaikan harga bahan pokok dan telah mencapai kelipatan dua selama tiga tahun belakangan dapat menyebabkan lebih dari 100 juta orang di negara berkembang semakin terpuruk ke jurang kemiskinan dan menyeru tiap negara menangani masalah itu dengan seksama.
“Kita membutuhkan tak hanya satu kebijakan untuk masa darurat dalam kurun waktu pendek guna memenuhi kebutuhan pangan, yang sangat mendesak, dari dunia, namun juga kebijakan jangka panjang, yang menyangkut peningkatan hasil bahan pokok,” kata Ban di depan peserta pertemuan itu.
Pertemuan tersebut dihadiri Dewan Ekonomi Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa, Bank Dunia, Dana Moneter Internasional serta Konferensi Perdagangan dan Perkembangan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Mantan menteri luar negri Perancis, Philippe Douste Blary, yang kini penasihat Ban untuk bidang keuangan bagi pembangunan, akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan dana guna maksud tersebut. ( ant/afp )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.