Mantan Kapolda Akan Paparkan Kondisi Polda Kalbar
29 April 2008 | 10:47 WIB
Pontianak ( Berita ) : Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar), Ajun Komisaris Besar Polisi, Suhadi SW, mengatakan, Selasa (29/4), mantan Kepala Polda Kalbar, Brigadir Jenderal Polisi, Zainal Abidin Ishak akan memaparkan kondisi Polda Kalbar dan seluruh jajarannya kepada Kapolda Kalbar baru, Brigjen Polisi, R. Nata Kesuma.
“Pemaparan tentang kondisi Polda Kalbar dan seluruh jajarannya, akan dilakukan di Markas Polda Kalbar dan tertutup untuk publikasi, ” kata Suhadi SW di Pontianak, Senin [28/04] .
Ia menambahkan, setelah acara tersebut, pada Rabu (30/4) dilanjutkan dengan parade perpisahan antara mantan Kapolda Kalbar dengan Kapolda yang baru. Acara tersebut akan digelar pukul 09.00 WIB dan dihadiri tamu dan undangan.
Sebelumnya, Mabes Polri mencopot Brigjen Pol Zainal Abidin Ishak dari jabatan Kapolda Kalbar karena diduga melakukan pembiaran terjadinya pembalakan liar di wilayahnya. Pergantian itu tertuang dalam Surat Keputusan Kapolri No 133/IV/2008/ tgl 15 april 2008.
Zainal Abidin Ishak diganti Brigjen Polisi R Nata Kesuma. Selain mencopot Zainal Abidin Ishak dari jabatannya, Mabes Polri juga mencopot AKBP Gustav Leo yang baru menjabat Kapolres Ketapang, Kalbar sejak 23 Maret 2007 lalu, karena terkait dengan kasus tersebut.
Leo digantikan oleh AKBP Karyoto yang sebelumnya menjabat sebagai penyidik di Badan Reserse Kriminal Polri. Leo selanjutnya menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Mitra dan Hubungan Luar Negeri Divisi Humas Polri. Sedangkan mantan Kapolres Ketapang AKBP Akhmad Sunan yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Kalsel juga dicopot dan kini ia jadi perwira non job di Detasemen Mabes Polri.
Pencopotan Kapolda Kalbar ini dilakukan setelah Polri menurunkan tim Inspektorat Pengawasan Umum sejak 31 Maret 2008 sebab diduga ada keterlibatan anggota Polri dalam pembalakan liar di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar.
Tiga perwira yakni mantan Kapolres Ketapang AKBP Akhmad Sunan, mantan Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP Khadaffi dan mantan Kepala Pos Polisi Air Polres Ketapang, Iptu Agung Roy telah ditahan di Mabes Polri sebagai tersangka kasus pembalakan liar.
Sebelum menahan tiga perwira Polri itu, Polri telah menahan 26 tersangka termasuk tujuh pejabat Dinas Kehutanan Ketapang sebagai tersangka. Pada 14 Maret 2008, Polri menangkap 19 kapal berisi 12 ribu meter kubik kayu olahan siap diselundupkan ke Malaysia di muara Sungai, Pawan, Ketapang.
Riwayat singkat
Brigjen Polisi R. Nata Kesuma, dilahirkan di Palembang (12/6/1951), beragama Islam, menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar tahun 1964, Sekolah Menengah Pertama tahun 1967, dan Sekolah Menengah Atas tahun 1970.
Kemudian masuk AKABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) tahun 1975, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1985, dan Sekolah Pimpinan Polisi (SESPIM POL) tahun 1992.
Sementara untuk kepangkatan, Letda (Pol) tahun 1975, Lettu (Pol) tahun 1978, Kapten tahun 1982, Mayor (Pol) tahun 1986, Letnan Kelonel (Pol) 1994, Komisaris Besar (Pol) tahun 2003, dan Brigadir Jenderal (Pol) 2007.
Jabatan yang pernah di tempati, sebagai Wakil Kepala Polres Jambi tahun 1990, Kadit Serse Polda Sumatera Barat, tahun 1992, Kadit Diklat Polda Sumbar tahun 1997, Kadit Diklat Polda Sulawesi Selatan, tahun 2000, Kepala Kepolisian Wilayah Banyumas Polda Jateng, tahun 2001, Sespusdalops SDEPS Polri, tahun 2006, dan Kapolda Kalbar, tahun 2008 hingga sekarang. Sementara bahasa yang dikuasai, ada tiga bahasa daerah, yaitu Bahasa Kutai, Bahasa Palembang, Bahasa Sunda, untuk bahasa asing, Bahasa Inggris aktif. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.