Laos Buka Gua Masa Perang Vietnam Bagi Wisatawan Mancanegara
29 April 2008 | 10:42 WIB
Viengxay, Laos ( Berita ) : Pemerintah Laos membuka sebuah gua bagi wisatawan manca negara. Gua itu terletak tersembunyi di tengah hutan di Laos utara yang digunakan oleh para pemimpin masa itu untuk bersembunyi, bertahan hidup, lolos dari ancaman bom Amewrika Serikat, AS, semasa Perang Vietnam.
Setelah 30 tahun konflik tersebut berakhir, pemerintah Laos membuka daerah yang terletak tersembunyi itu bagi wisatawan manca negara dengan harapan dapat membawa perubahan dan pembangunan di wilayah terpencil yang dipenuhi dulunya dipenuhi sisa-sisa kulit bom AS.
Terdapat 500 gua di Laos yang menjadi tempat perlindungan dan tempat tinggal sementara bagi sekitar 23 ribu orang kini diperlengkapi dengan berbagai fasilitas layaknya seperti satu kota yang memiliki sejumlah toko-toko, sekolah, penerbitan pers rumah sakit yang staff medisnya betrasal dari Kuba selain memiliki semacam museum yang memperlihatkan beraneka jenis cangkang bom (pembungkus bom).
Ratusan tentara dan warga desa dapat berlindung di gua gajah yaitu gua yang sebesar gereja dimana diputar film untuk tetap membangkitkan semangat dan harapan rakyat saat itu.
Gua-gua yang lebih kecil dihubungkan oleh terowongan dimana tinggal pemimpin komunis saoleh mesin sumber oksigen yang disiapkan untuk berjaga-jaga apabila terjadi serangan gas, yang tidak pernah terjadi. “Tempat adalah tempat lahirnya Laos modern,” kata Siphanh Vandouayang yang mengahbiskan sebagian besar masa kanak-kanaknya disana. “Sebagian besar dari tokoh-tokoh pimpinan negri ini hidup dan belajar didalam jaringan gua.”
Wilayah yang memiliki puncak-puncak batu marmer dan hamparan sawah pada masa antara 1964 hingga 1973 merupakan tempat sasaran serangan bom AS dari pesawat jet yang bertujuan menyerang kelompok gerilyawan Pathet Lao dan Vietnam Utara, kenang Siphanh.
“Setiap delapan hingga sepuluh menit pesawat AS meancarkan bomnya antara pukul 06:00 hingga 17:00 dan pada pukul 19:00 mereka menembakkan roket untuk melakukan suvey serangan hari berikutnya.”
Selama beberapa dekde setelah perang Vietnam usai dan AS terpaksa hengkang pada 1975 wilayah itu merupakan wilayah yang sangat tertutup bagi orang asing dan menjadi misteri.
Laos yang membuka diri sejak tahun 1990, mulai membuka wilayah tersebut bagi sejumlah terbatas wisatawan, yang dapat dicapai dengan kendaraan mobil dua dari ibukota Vientiane.
Pemerintah Laos berharap dapat merubah wilayah tersebut dan dengan dukungahn sejumlah kelompok pembangunan asing Laos merubah gua=gua vbersejarahnya menjadi daerah tujuan wisata. ( ant/afp )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.