Benteng Eks Kolonial Belanda Vander Der Capellen Direvitalisasi
29 April 2008 | 10:49 WIB
Padang ( Berita ) : Pemerintah Kabupaten Tanah Datar Sumbar, tahun 2008 merevitalisasi Benteng Van der Capellen, eks bangunan kolonial Belanda dengan rehabilitasi awal menggunakan dana APBD itu sebesar Rp250 juta.
Kepala Sub Dinas Pariwisata, Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Tanah Datar Sumbar, Drs Alfian Jamrah, MSi, di Batusangkar, Senin [28/04] mengatakan, revitalisasi lebih dimaksudkan mengembalikan kondisi bangunan bernilai kuno itu sebagai benda cagar budaya bernilai jual tinggi untuk pariwisata.
“Selama ini keberadaan bangunan kuno bernilai sejarah itu cenderung dibiarkan kosong tanpa kegiatan, sehingga ke depan setelah direvitalisasi akan dijadikan museum agar menjadi makin menarik untuk dikunjungi,” katanya.
Menurut dia, revitalisasi Benteng terletak dalam Kota Batusangkar yang dibangun pada tahun 1824 masa Perang Paderi itu secara bertahap mengembalikan bangunan itu secara fisik seperti awalnya.
Sejumlah bangunan baru disekitar benteng –yang juga terdapat dua unit meriam Kuno peninggalan Belanda– tersebut, akan dibuang, untuk mendukung revitalisasi Benteng agar kembali ke wajah awalnya.
Pengembalian bangunan pada wajah awalnya, katanya lagi, bagian dari program menambah daya tarik Benteng itu untuk dikunjungi sekaligus bisa menjadi rujukan bagi pelajar dan peneliti sejarah. “Kesan selama ini Benteng belum dimanfaatkan sebagai aset benda cagar budaya bernilai jual tinggi bagi kegiatan pariwisata, karena pernah dipakai sebagai Kantor Polres Tanah Datar itu,” katanya.
Padahal, kata dia,sejarah mencatat justru Benteng tersebut dipakai untuk basis kegiatan BKR dan TKR pada zamannya melawan kolonial Belanda dan Jepang, dalam upaya pertahanan Paderi di daerah dengan topografi perbukitan dan pergunungan itu.
Ia menambahkan, sejumlah bangunan bernilai sejarah tinggi lainnya di Kabupaten Tanah Datar itu yang juga akan dipertahankan nilai-nilai kesejarahannya di antaranya Gedung Indo Jalito dan Panjaro (Penjara) di Parak Jua, yang juga bangunan eks kolonial Belanda.
“Program revitalisasi bangunan kuno itu bagian dari sejumlah program pokok sektor pembangunan pariwisata guna meningkatkan arus kunjungan wisatawan dan memacu percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah itu,” katanya. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.