Ban Ki-Moon Rapat Dengan Para Kepala Badan PBB Soal Krisis Pangan
29 April 2008 | 15:45 WIB
New York ( Berita ) : Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ban Ki-moon, pada Senin memimpin rapat para kepala badan-badan PBB di Bern, ibukota Swiss, yang menyorot masalah krisis pangan .
Isu krisis pangan yang melanda dunia akibat meningkatnya harga bahan pangan, juga menjadi fokus perhatian Pemerintah Indonesia. “Jumat lalu di Wina (Austria, red), Sekjen PBB menekankan mendesaknya waktu untuk menangani masalah pangan, dengan mengatakan bahwa hal ini terkait erat antara lain dengan isu-isu pembangunan, perubahan iklim, serta harga pangan,” demikian diungkapkan juru bicara Ban Ki-moon, Marie Okabe, kepada wartawan di Markas Besar PBB, New York, Senin [28/04] .
Sekjen mencatat bahwa krisis pangan telah menyengsarakan kalangan yang tergolong sangat miskin dan menyebabkan 100 juta orang lainnya menjadi semakin miskin. Ban menekankan bahwa krisis tersebut dapat menghambat tercapainya delapan target Millenium Development Goals (MDGs) yang seyogyanya harus dicapai pada tahun 2015.
Delapan target Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs) 2015 adalah penghapusan kemiskinan; perlawanan terhadap penyakit termasuk HIV/AIDS, dan malaria; peningkatan kesehatan ibu; penuruan angka kematian anak; pendidikan untuk semua; persamaan jender; pelestarian hidup; dan kerjasama global. Sekjen, kata Okabe, menyadari bahwa masalah krisis pangan akan terlalu berat untuk ditangani oleh hanya satu badan dunia.
Karena itu, Ban membawa isu tersebut ke Bern untuk dibahas bersama-sama saat 27 badan, dana dan program PBB berkumpul dalam pertemuan di ibukota Swiss itu. “Masalah ini (krisis pangan, red) adalah tantangan global, jadi kita perlu membahasnya bersama-sama secara global,” kata Ban seperti dikutip Okabe. Sementara itu ketika berbicara di Wina akhir pekan lalu, Ban mengatakan bahwa respon darurat harus segera diberikan terhadap krisis pangan maupun berbagai macam krisis kemanusiaan lainnya.
“Untuk jangka panjang, masyarakat internasional terutama para pemimpin dunia, harus duduk bersama dengan sudut pandang bahwa kita menghadapi keadaan mendesak dan bagaimana kita harus menyoroti upaya untuk meningkatkan sistem ekonomi, sistem pendistribusian, serta bagaimana meningkatkan produksi pertanian,” kata Ban.
Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengajukan usul kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan dukungan berbagai lembaga internasional segera menyelenggarakan pertemuan tingkat kepala negara/pemerintahan dalam rangka menggalang upaya bersama menangani krisis pangan dan energi yang tengah melanda dunia saat ini.
Usul itu tercantum dalam surat yang dilayangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Sekjen PBB maupun kepada Presiden Bank Dunia Robert Zoellick pada pertengahan April lalu. Menurut Menkeu Sri Mulyani Indrawati –yang menyerahkan surat Yudhoyono kepada Ban Ki-moon dan Robert Zoellick– maupun Menlu Hassan Wirajuda dan Wakil Tetap RI untuk PBB Marty Natalegawa yang menindaklanjuti usul Yudhoyono tersebut, Indonesia tengah menanti tanggapan dari Sekjen PBB.
Menurut ketiganya, Sekjen akan segera memberi jawaban kepada Presiden Yudhoyono mengenai apakah pertemuan tingkat tinggi itu bisa segera dilaksanakan oleh PBB. Jawaban dari Ban Ki-moon diperkirakan akan diberikan setelah ia melakukan pertemuan dengan para kepala badan PBB di Bern. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.