“SEAFISH” Akan Gugat Adb Soal Tambak Udang

Yogyakarta ( Berita ) :  “Seafish”, sebuah jaringanperikanan di Asia Tenggara, akan menggugat Bank Pembangunan Asia (ADB) yang mendanai perluasan tambak udang di wilayah pesisir Asia Tenggara (Asteng).

“Perluasan tambak udang tersebut mengancam jutaan hektar hutan bakau di negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Vietnam dan Filipina,” kata Koordinator Seafish, Arsenio Tanchuling, Senin [21/04] .

Di sela Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) X di Yogyakarta, ia mengatakan Seafish menyerukan penghentian perluasan tambak atau budidaya udang yang akan dilaksanakan di sejumlah wilayah pesisir di Asia Tenggara. “Rencana ini sepertinya akan dipercepat dengan pendanaan dari ADB,” kata Arsenio Tanchuling yang berasal dari Filipina ini.

Apalagi ADB saat ini telah mengucurkan dana bantuan sebesar 13 miliar dolar AS untuk pembuatan tambak udang dengan mengalihfungsikan hutan bakau di kawasan Asia Tenggara dan beberapa wilayah kecil di Amerika Selatan.

Permintaan udang dengan harga murah akhir-akhir ini meningkat di pasar internasional terutama di Amerika Serikat, negara-negara Uni Eropa dan Jepang.

“Namun sayangnya mulai 1970 hingga sekarang salah satu jenis budidaya perikanan yang merusak lingkungan, seperti perluasan tambak udang,justru dipromosikan oleh ADB di negara-negara Asia Tenggara,” katanya.

Langkah seperti ini yang ditentang Seafish karena mengancam keselamatan hutan bakau di wilayah pasisir sejumlah negara di Asia Tenggara.

Ia menegaskan, sebagai salah satu bentuk kepedulian Seafish pada kelestarian hutan bakau, dan dikaitkan dengan peringatan Hari Bumi pada 22 April, ratusan nelayan anggota Seafish akan berunjukrasa di depan kantor pusat ADB di Manila, Filipina.

Seafish terdiri atas 15 organisasi masyarakat pesisir dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Asia Tenggara seperti dari Indonesia, Kamboja, Filipina, Malaysia dan Thailand. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dari Indonesia merupakan LSM yang membantu perjuangan Seafish yang menaruh perhatian besarterhadap bencana lingkungan. “Bahkan Walhi mengistilahkan kerusakan yang ditimbulkan oleh budidaya udang sebagai suatu bencana ekologis yang berdampak pada sektor perikanan kecil dan masyarakat pesisir,” katanya.

Karena itu, kata dia, ADB harus mengambil langkah untuk menata kembali penghidupan nelayan dan masyarakat pesisir yang sudah hancur. “Selainitu ADB juga harus diyakinkan bahwa biaya sosial dan lingkungan perlu diperhitungkan dalam setiap pendanaan budidaya perikanan di masa mendatang,” katanya.

Langkah lain, kata dia, Seafish berencana mengumpulkan jutaan tanda tangan dari nelayan dan masyarakat pesisir di Asia Tenggara untuk menekanADB agar menghentikan perluasan tambak udang yang mengancam hutan bakau. “Seafish juga mendesak pemerintah di negara-negara Asia Tenggara segera merumuskan kebijakan yang tepat untuk mewujudkan budidaya udang yang dapat diterima masyarakat dan ramah lingkungan,” katanya. ( ant )

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.