Hukum Gantung Geert Wilders

Medan ( Berita ) :  Negara Islam harus mengambil tindakan tegas dengan menyerukan hukuman gantung terhadap anggota parlemen Belanda, Geert Wilders yang menghina Islam dan negara Islam melalui film Fitna.

Tindakan Geert Wilders mengidentikkan Alquran dengan buku biasa, karikatur Nabi Muhammad SAW dan membuat opini salah tentang Islam dapat menciptakan permusuhan rasial dan menjurus pertikaian genoside, kata Presiden LBH Perjuangan Hukum dan Politik, HMK.Aldian Pinem, SH, MH di Medan, Senin [31/03] .

Menurut dia, Geert Wilders telah salah dan keliru membuat penilaian bahwa seluruh kekerasan yang terjadi di dunia ini sebagai perbuatan Islam.

Islam adalah agama damai dan sangat tegas menganjurkan umatnya untuk menyelesaikan semua masalah dengan cara damai pula. Dalam Alquran sendiri banyak ayat yang memuat perintah agar umat Islam mencari jalan perdamaian yang sering dipopulerkan menjadi “Islah”.

Film Fitna yang diluncurkan Geert Wilders tersebut merupakan provokasi ekstrim dan biadab yang sangat menghina Islam.

Wajar jika negara Islam menyerukan hukuman gantung terhadap Geert Wilders dan meminta kepada Organisasi Konferensi Islam untuk mendesak PBB agar menyerahkan anggota parlemen Belanda itu untuk dieksekusi.

Lebih lanjut Pinem menjelaskan, seluruh kekerasan dan kerusuhan yang terjadi di dunia selama ini diakibatkan perlakuan Amerika dan Israel yang sering menindas Negara yang mayoritas berpenduduk muslim.

Menurut Pinem, Israel melalui zionisme internasionalnya yang dibantu Amerika telah menyebarkan “virus” kekerasan melalui tiga tahapan.

Tahapan pertama dari tahun 1880-1948 dengan mendirikan Negara Israel. Tahap kedua antara tahun 1948-1967 sebagai proses penguatan negara Israel dan mengembangkan pengaruhnya dan jajahannya di Timur Tengah dan Negara lain dengan bantuan Amerika dan Inggris. Sedangkan tahapan ketiga adalah merusak kondusifitas di Timur Tengah dan menciptakan keadaan dunia internasional yang memanas sampai saat ini, katanya.

Untuk menciptakan keadaan dunia internasional yang memanas itu Israel mendirikan organisasi binaan zionisme internasional diantaranya kelompok Hasymer, Squadron el-Bighala, Persatuan Yasha, Gerakan Hat Hiya dan Gerakan Hiraf Jad-on.

Semua kelompok itu telah melancarkan teror di Timur Tengah dan mempengaruhi Amerika untuk selalu melakukan intervensi ke negara lain meski melanggar Pasal 2 Ayat (4) Piagam PBB yang berbunyi “segenap anggota PBB harus menjauhkan diri dari tindakan menggunakan kekerasan terhadap integritas politik dan wilayah negara lain”. Negara Islam tidak pantas disebut teroris karena memberikan perlawanan atas intervensi dan kekerasan yang dilakukan Israel dan Amerika tersebut, katanya. ( ant )

 

Menuai Protes

Kehadiran film Fitna di internet mulai menuai protes kalangan seperti aksi unjukrasa yang dilakukan ratusan massa kader Partai Keadilan Sejatera (PKS) Sumut ke kantor Konsulat Jenderal (Konjen) Belanda di Medan, Senin.

Massa PKS Sumut yang memulai aksinya selepas sholat Zhuhur dengan berjalan kaki sejauh satu kilometer dari Mesjid Agung di Jalan Diponegoro menuju Konjen Belanda yang terletak di Jalan Mongonsidi sambil mengecam film yang mendeskreditkan Islam. “Tayangan itu sangat tendensius terhadap Islam dengan memelintirkan isi kitab suci Al Qur’an,” ujar Koordinator Aksi, Ikrimah Hamidy dalam orasinya di depan Kantor Konjen Belanda di Medan, Senin.

Dia menjelaskan, pemelintiran terhadap kitab suci umat Islam itu sengaja dilakukan sehingga agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW itu seolah-olah menyeramkan karena menghalalkan terjadinya pembunuhan dan peperangan.

Massa juga menyesalkan sikap media massa khususnya televisi berjaringan internasional seperti Fox dan MTV yang turut membantu penyebaran film tersebut dengan tujuan menjadikan manusia tidak beragama.

Dalam aksi yang disudahi sebelum sholat Ashar itu massa meminta umat Islam di tanah air bersatu mendesak pemerintah Indonesia mengecam tindakan anggota parlemen Belanda yang mendeskreditkan Islam. “Kami mendesak Presiden Republik Indonesia turut mengecam tindakan parlemen Belanda yang telah mendeskreditkan umat Islam,” tegasnya.

Hingga aksi berakhir tak satupun staf atau Konjen Belanda yang menemui para pengunjukrasa karena tidak berada di tempat dengan alasan jam kerja kantor perwakilan negara Eropa itu berakhir pada pukul 12.00 WIB.  ( ant )

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.