Pemimpin Hamas Undang Abbas
31 Maret 2008 | 16:22 WIB
London ( Berita ) : Pemimpin Hamas Khaled Meshaal mengundang Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk datang ke Gaza guna melakukan pembahasan yang menyangkut kedua faksi yang ia sampaikan dalam satu acara wawancara ditelevisi Senin [31/03] .
Khaled juga mengatakan kepada stasiun televisi Sky News bahwa tentara Israel Gilad Shalit yang ditahan oleh pihak Palestina karena tentara Israel itu memasuki wilayah Palestina masih hidup dan diperlakukan dengan baik. “Kami mengundang Mahmud Abbas untuk pertemuan guna membicarakan dan bekerja sama mencari jalan keluar bagi kondisi di jalur Gaza dan Tepi Barat, tanpa syarat, langsung , kata Khaled Meshaal berbicara dari satu tempat yang tidak disebutkan lokasinya di Damaskus.
Namun beberapa jam setelah penanda tanganan tanda keasepakatan kedua kelompok yang saling berseberangan itu mempermasalahkan apa yang menjadi prioritas utama dimana Hamas menganggap bagian pertama perjanjian merupakan hal yang utama sedangan Fatah mengatakan bagia kedua perjanjian adalah prasyarat untuk pembicaraan selanjutnya. proses perundingan perdamaian Timur Tengah.
Kondisi dimana Hamas mengendalikan wilayah Jalur Gaza secara effektif membagi dua wilayah Palestina menjadi dua wilayah yang terpisahdumana kelompok Hamas menguasai wilayah pesisir sedangkan Abbas menguasai wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel.
Israel menganggap kelpompok pejuang Hamas berkeinginan menghancurkan nergara Israel dan dikatakan sebagai satu kelompok teroris dan pihak Israel menolak merlakukan kesepakatan dengan Hamas.
Mengenai Shalit , Khaled mengatakan :” Gilad masih hidup dan kami memperlakukannya dengan baik sementara Israel memperlakukan para pejuang kami dengan sangat buruk dan semua orang mengetahui hal itu.
Gilad Shalit di tahan pada 25 Juni 2006 saat prajurit itu memasuki wilayah Palestina Jalur Gaza. April lalu Hamas mengirimkan daftar berisi 450 nama melalui Mesir bahwa pihaknya menginginkan pembebasan ke 450 tahanan itu sebagai pertukaran dengan pembebasan Shalit.
Dalam wawancara tersebut Khaled mengatakan Israel merupakan masalah dalam hal mencapai perdamaian dan agar Israel jangan menjadikan warga sipil baik dari pihak Palestina maupun Israel sendiri menjadi korban.
Ia mengatakan serangan roket ke wilayah Isreal adalah reaksi yabg wajar karena sikap Israel yang terus mendududki wilayah Palestina dan bahwa pihak Hamas mengakui akan adanya Holocaust , namun kami berpendapat kaum Zionis telah merekayasa jumlah korbannya untuk mendapatkan simpati dunia.” ( ant/afp )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.