Gubernur BI Harus Diisi Tokoh Senior : Harian Berita Sore

Gubernur BI Harus Diisi Tokoh Senior

29 Maret 2008 | 14:36 WIB

Jakarta ( Berita ) :  Jabatan Gubernur Bank Indonesia mendatang sebaiknya diisi oleh seorang tokoh senior yang sudah sangat berpengalaman dalam bidang kebijakan moneter, pengaturan perbankan dan dikenal dunia internasional.

Demikian antara lain rangkuman dari berbagai masukan yang disampaikan sejumlah tokoh kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden Jakarta Jumat [28/03] seperti disampaikan pengamat ekonomi Mirza Adityaswara yang turut dalam pertemuan itu.

“Untuk supaya tidak mengalami penolakan lagi, calon yang baru ini harus benar-benar tokoh yang sudah senior, orang seperti itu tidak banyak tetapi ada di kabinet seperti Menko Perekonomian Boediono atau Menkeu Sri Mulyani,” kata analis dari Credit Suise ini.

Dijelaskan Mirza, Gubernur BI yang akan diajukan sebaiknya memenuhi kriteria seperti mengerti jalan untuk menghadapi krisis moneter, paham aturan perbankan dan memiliki integritas tinggi untuk memimpin reformasi di BI. “Selain itu yang penting adalah dapat diterima DPR, jadi orang itu memiliki komunikasi politik yang baik dengan DPR,” katanya.

Ketika ditanya, apakah tidak ada masukan mengenai nama calon dari dalam Bank Indonesia, Mirza mengatakan bahwa orang di dalam banyak yang sesuai dengan kriteria itu, namun kurang dalam senioritas memimpin lembaga besar. “Calon dari dalam ada, tetapi kalau dilihat dari senioritas kurang. Setelah penolakan ini diperlukan calon yang sangat senior yang sudah dikenal masyarakat umum dan diketahui kapabilitasnya oleh komisi II DPR,” katanya.

Mirza menceritakan bahwa saat namanya disebut-sebut Boediono yang ikut dalam pertemuan itu terlihat enggan. “Beliau  terlihat enggan. Tetapi Sri Mulyani juga bisa, tetapi apakah presiden mau melepasnya,” kata Mirza.

Sementara itu, Komisaris Utama Bank Mega Chairul Tanjung yang juga diundang dalam pertemuan itu mengatakan dirinya tidak memberikan masukan nama kepada presiden, tetapi hanya menyampaikan kriteria-kriteria yang perlu dimiliki calon yang akan diajukan presiden.

Selain harus mengerti ekonomi secara keseluruhan baik moneter, fiskal maupun ekonomi rii, calon itu harus memiliki integritas yang tinggi.”Karena sekarang persoalan ekonomi global sedang luarbiasa jadi sebaiknya orang ini juga memahami tentang masalah ekonomi  internasional serta dapat berhubungan baik dengan DPR,” katanya.

 

Hadapi Tantangan Berat

Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan perubahan kondisi ekonomi global saat ini menjadi tantangan berat yang harus dihadapi gubernur BI mendatang.

“Tantangan masa depan ini tantangan yang cukup berat, karena itulah diperlukan kriteria yang lebih mumpuni kelihatannya dibandingkan sekarang,” kata Burhanuddin di Kantor Presiden Jakarta Jumat.

Burhanuddin dan sejumlah tokoh dipanggil presiden untuk dimintai masukan mengenai calon gubernur Bank Indonesia yang akan diajukan ke DPR setelah sebelumnya dua nama yang diajukan Agus Martowardojo dan Raden Pardede ditolak DPR. Dikatakan Burhanuddin dalam pertemuan tadi Dirut BRI Sofyan Basir dan Komut Bank Mega Chairul Tanjung menjelaskan kepada presiden mengenai kondisi makro ekonomi saat ini yang telah membaik dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Telah terjadi perbaikan-perbaikan jika dibandingkan tahun 1995. Bank sentral juga telah mengalami banyak perbaikan. Tetapi begitu perbaikan terjadi, tantangan juga berubah,” katanya.

Untuk itu, lanjut Burhanuddin diperlukan Gubernur BI yang bisa diterima pasar, mengerti makro (ekonomi), mengerti moneter, dan memahami dampak kebijakan terhadap berbagai segi kehidupan baik secara sosial maupun politik.  “Jadi banyak sekali kriteria-kriterianya yang tadi disampaikan dan itu adalah cita-cita. Kalaulah saja ada orang seperti itu kita bersyukur tentunya,” kata Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin, dalam pertemuan itu para tokoh yang diundang hanya menyampaikan kriteria-kriteria yang diperlukan seorang gubernur Bank Indonesia dan tidak menyampaikan usulan nama kepada presiden. Selain Burhanuddin, tokoh lain yang diundang adalah mantan gubernur BI Adrianus Mooy, mantan gubernur BI Arifin Siregar, Dirut BRI Sofyan Basir, Komisaris BCA Cyrillus Harinowo, Komut Bank Mega Chairul Tanjung, Komut Bank Mandiri Edwin Gerungan, Komut PT Jarum Budi Hartono dan Presdir JP Morgan Indonesia Gita Wirjawan.

Sementara tokoh lain yang diundang adalah Rektor Unsri Badia Perizade, Dekan Fakultas Ekonomi UGM Ainun Na’iem, Dekan Fakultas Ekonomi UI Bambang Soemantri Brojonegoro, Kepala LPEM Fakultas Ekonomi UI Chatib Basri, analis ekonomi Mirza Aditya, pemilik Republika Erick Tohir, Pemred Kompas Bambang Sukartiono, Pemred  Bisnis Indonesia Ahmad Djauhar, Pemred Tempo Bambang Harimurti, dan Pemred Investor Daily Primus Dorimulu. ( ant )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.