Indonesia - Thailand Sepakat Teruskan Kerjasama Ketahanan Pangan
27 Maret 2008 | 13:34 WIB
BILATERAL : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri
Jakarta ( Berita ) : Indonesia dan Thailand sebagai negara tetangga sepakat meneruskan kerjasama di bidang ketahanan pangan untuk menghadapi meningkatnya harga pangan di dunia.
Dalam pertemuan bilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri (PM) Thailand, Samak Sundaravej, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu [26/03] , kedua negara menyadari adanya persoalan kenaikan harga pangan yang tengah dihadapi oleh semua negara-negara di dunia.
“Dengan menyadari persoalan pangan di seluruh dunia sekarang ini, kami sepakat pertama-pertama untuk memelihara kerjasama di bidang beras,” kata Presiden Yudhoyono menjelaskan hasil pertemuan.
Indonesia-Thailand, menurut Presiden, telah sepakat untuk saling memprioritaskan kerjasama jual-beli beras. “Tentunya, bagi Indonesia sendiri, di samping upaya meningkatkan produksi dalam negeri, masih diperlukan kerjasama di bidang jual-beli beras ini dengan Thailand,” ujar Presiden.
Sundaravej dalam konferensi pers bersama Presiden Yudhoyono mengatakan dalam bidang kerjasama pangan, Thailand akan tetap memprioritaskan Indonesia dalam perdagangan beras. Pada awal 2007, Thailand menyepakati nota kesepahaman (MoU) pengadaan beras untuk Indonesia melalui skema G-to-G (antar pemerintah) hingga 1,5 juta ton per tahun.
Energi
Selain meneruskan kerjasama di bidang pangan, Presiden Yudhoyono mengatakan pertemuan bilateral dengan Thailand juga membicarakan kerjasama di bidang energi. “Kita mengerti Thailand ingin kerjasama di bidang energi dengan Indonesia dan kita ingin membangun kerjasama yang baik di bidang minyak dan gas ini untuk bangun ‘energy security’ (ketahanan energi), baik di Indonesia maupun di Thailand,” tutur Presiden.
Menurut Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda, dalam pertemuan bilateral, Thailand menyatakan keinginannya untuk mendapatkan pasokan gas dari Indonesia. “Tidak secara khusus dibicarakan soal itu. Tetapi, Thailand menyatakan keinginannya untuk mendapatkan pasokan gas dari kita,” ujarnya.
Meski lapangan gas Natuna tidak disebutkan dalam pertemuan itu sebagai sumber pasokan yang mungkin untuk Thailand, Menlu mengatakan, lapangan gas itu adalah yang lokasinya terdekat dengan Thailand.
Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung selama hampir satu jam di Istana Merdeka itu, Indonesia dan Thailand juga sepakat meningkatkan volume perdagangan. Thailand adalah negara investor ASEAN ketiga di Indonesia setelah Singapura dan Malaysia dengan nilai investasi pada 2007 sebesar 270 juta dolar AS. Kunjungan Sundarajev ke Indonesia merupakan yang pertama kalinya setelah ia terpilih dan diangkat menjadi PM Thailand pada Januari 2008.
Sambut Baik
Dalam konferensi pers bersama Presiden Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, Sundaravej secara khusus menyampaikan terima kasih kepada organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadyah yang telah bekerjasama untuk mendidik pemuda-pemuda muslim di Thailand Selatan.
Usai pertemuan bilateral Indonesia dan Thailand, Samak Sundaravej, juga menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas pengertian Indonesia terhadap masalah Thailand Selatan. “Tentang isu Thailand Selatan, saya berterimakasih kepada Presiden Yudhoyono untuk pengertiannya yang amat baik,” kata Sundarajev tanpa menyebutkan pengertian yang diberikan oleh Indonesia.
PM yang baru terpilih pada akhir Januari 2008 itu, menegaskan sikap pemerintahannya yang akan menyelesaikan masalah separatis di Thailand Selatan dengan cara damai. “Saya menegaskan komitmen pemerintahan saya untuk rekonsiliasi damai,” ujarnya. Di sepanjang perbatasan Thailand selatan dengan Malaysia itu telah terjadi aksi kekerasan separatis yang semakin meningkat sejak Januari 2004.
Kantor berita AFP melaporkan lebih dari 3.000 orang tewas sejak kerusuhan itu meletus Januari 2004 Selain masalah Thailand selatan, dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Thailand, kedua pimpinan juga membicarakan peran yang mungkin dimainkan oleh Indonesia dan Thailand dalam masalah Myanmar. Kedua negara sepakat untuk mencari jalan terbaik guna menyukseskan proses demokrasi di Myanmar sekaligus menjaga agar proses itu menjamin stabilitas dan keutuhan nasional Myanmar. ( ant )



Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.