Gelar Doktor Honoris Causa Dorong Internasionalisasi Pendidikan
27 Maret 2008 | 11:41 WIB
Tokyo ( Berita ) : Pemberian gelar doktor kehormatan (honoris causa) merupakan upaya universitas-universitas antara negara di dunia untuk saling belajar satu sama lainnya dalam membangun manusia masa depan yang berkesadaran multikultural dan mengedepankan nilai-nilai kemaslahatan bagi umat manusia.
Demikian sambutan tokoh pendidikan Indonesia dalam acara penganugerahan gelar doktor honoris causa kepada Dubes RI untuk Jepang Jusuf Anwar dari Soka University di Tokyo, Rabu [26/03] .
“Universitas-universitas di dunia saat ini sedang memacu diri memasuki proses internasionalisasi pendidikan yang juga merupakan proses untuk mencapai standar dan pengakuan internasional,” kata Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Profesor Dr. Sunaryo Kartadinata.
Sambutan Rektor UPI itu diminta pihak Soka University Tokyo sebagai pihak yang mewakili Indonesia dalam penganugerahan gelar doktor kehormatan tersebut. “Proses pemberian gelar ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi sesama universitas di dunia untuk membangun kerjasama yang produktif di era masyarakat global,” ujarnya.
Acara tersebut berlangsung meriah dengan disaksikan oleh kalangan akademisi yang bersangkutan, sejumlah rektor dari Indonesia dan juga para dubes negara ASEAN di Tokyo.
Pihak Soka University mengemukakan, penganugerahan doktor kehormatan kepada Dubes Jusuf Anwar, karena dinilai telah membuktikan dedikasinya yang besar dalam meningkatkan hubungan baik antara Jepang dan Indonesia.”Hal lainnya juga terlihat dari upayanya dalam mendorong upaya-upaya perdamaian dan kesejahteraan di kawasan Asia Tenggara,” kata Rektor Soka University, Hideo Yamamoto.
Sementara itu, Dubes Malaysia Dato’ Mohd. Radzi Abdul Rahman menyebutkan rasa bangganya sebagai sesama duta besar negara sahabat, karena pemberian gelar tersebut juga memiliki arti bagi ASEAN, yakni pengakuan Jepang bagi perkembangan keilmuan negara-negara ASEAN.”Pemberian gelar ini juga berarti banyak bagi semangat ASEAN di Jepang,” ujarnya.
Dimensi hukum
Pada kesempatan itu, Dubes Jusuf Anwar juga menyampaikan presentasinya yang berjudul “Fungsi Hukum Bagi Pembangunan Dalam Era Globalisasi”, dengan penekanan kepada dimensi hukum yang menjadi sarana bagi pembaharuan suatu masyarakat di Era Global. “Hukum harus berada di depan sebagai pemberi arah bagi pembangunan suatu masyarakat atau negaranya. Negara-negara yang maju membuktikan bahwa model hukum yang antisipatif dan berkeadilan dapat membawa kemajuan suatu bangsa,” katanya.
Dalam era global, kata mantan Menteri Keuangan itu, fungsi hukum semakin diperlukan, karena memberikan arah dan menuntun perubahan yang sedang terjadi. Kemajuan Iptek dan perkembangan yang pesat dari dunia informasi bisa memberikan sumbangan yang lebih positif, karena ketentuan hukum yang ada mampu mengikuti dinamika masyarakatnya.
Selain Dubes Jusuf Anwar, mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga pernah menerima penghargaan serupa dari Soka University pada tahun 2002. Mantan Presiden lainnya, Megawati Soekarnoputri menerima gelar yang sama dari Waseda University pada tahun 2001.



Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.