Moussa: Presiden Suriah Akan Pimpin KTT Arab
26 Maret 2008 | 15:57 WIB
Damaskus ( Berita ) : Amr Moussa, Sekretaris Jenderal Liga Arab –yang berpusat di Kairo, Selasa mengatakan di ibukota Mesir itu bahwa Presiden Suriah Bashar Al-Assad akan memimpin pertemuan dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Arab mendatang “saat ia memasuki gedung”.
Sekretaris Jenderal Liga Arab tersebut juga mengatakan sidang pembukaannya akan disebar-luaskan, dan menggambarkan pembicaraannya dengan Al-Assad sebagai “sangat baik” Pernyataan Moussa dikeluarkan setelah tersiar spekulasi media mengenai proses kepemimpin KTT tersebut, yang direncanakan diselenggarakan di ibukota Suriah, Damaskus, 29-30 Maret, di tengah ketidak-hadiran pemimpin KTT sebelumnya, Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul-Aziz.
Pada hari yang sama, satu sumber Suriah mengatakan kepada wartawan bahwa Al-Assad takkan menerima jabatan presiden pada KTT itu dari Arab Saudi dari delegasi tingkat yang lebih rendah.
Ada preseden pada KTT Tunis 2003, ketika Raja Bahrain Hamad bin Isa Al-Khalifa, presiden KTT Arab pada 2003, tak datang. Oleh karena itu, Presiden Tunisia Zine Al-Abidine Ben Ali tak menerima jabatan presiden dari delegasi Bahrain dan “hanya langsung duduk di kursi presiden”, kata sumber tersebut.
Pada Senin, utusan tetap Arab Saudi untuk Liga Arab Ahmad Qatan mengumumkan bahwa ia akan menghadiri KTT Arab tersebut atas nama negaranya, sehingga mengesampingkan kehadiran Raja Arab Saudi Abdullah atau Menteri Luar Negeri Saud Al-Faisal.
Pengumuman Qatan mencerminkan pertikaian antara Damaskus dan Riyadh mengenai krisis politik di negara tetangga mereka, Lebanon, tempat kursi presiden telah kosong sejak November lalu –ketika presiden Emile Lahoud mengakhiri masa jabatannya.
Sidang parlemen yang telah lama ditunggu untuk memilih presiden baru Lebanon guna menggantikan Lahoud telah ditunda untuk ke-17 kali hingga 22 April. Arab Saudi dan Suriah mendukung pihak yang berbeda di Lebanon. Riyadh, bersama dengan sekutu Baratnya, mendukung kelompok mayoritas pimpinan Saad Al-Hariri, putra Rafik Al-Hariri, di parlemen Lebanon, sementara Damaskus dan sekutunya –Teheran– mendukung kubu oposisi pimpinan gerakan Syiah, Hizbullah. Arab Saudi dan Mesir menuduh Suriah menghalangi pemilihan presiden di Lebanon, tuduhan yang telah berulangkali dibantah oleh Lebanon. ( ant/xinhua )




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.