Beting Es Kutub Selatan Runtuh Akibat Perubahan Iklim
26 Maret 2008 | 15:57 WIB
Washington ( Berita ) : Gambar yang diambil oleh satelit AS memperlihatkan satu bagian Beting Es Wilkins, yang sangat besar di Kutub Selatan, mulai runtuh akibat perubahan iklim secara cepat di satu wilayah yang dengan cepat menjadi hangat di wilayah itu, kata beberapa ilmuwan dari US National Snow and Ice Data Center (NSIDC), Selasa [25/03].
Meskipun daerah yang runtuh tersebut saat ini memiliki luas 160 mil persegi, satu bagian besar Beting Es Wilkins, seluas 5.000 mil persegi, sekarang hanya ditopang oleh satu jalur sempit es di antara dua pulau, kata Ted Scambos, pemimpin kelompok ilmuwan di NSIDC. “Jika terjadi sedikit kemunduran lagi, ‘dinding penopang es’ terakhir itu dapat runtuh dan kita akan kehilangan separuh dari seluruh daerah beting es dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.
Dalam 50 tahun terakhir, Semenanjung Kutub Utara barat telah mengalami peningkatan temperatur terbesar di Bumi, naik sebesar 0.5 derajat Celsius per dasawarsa. “Kami percaya Beting Es Wilkins telah ada selama setidaknya beberapa ratus tahun, tapi udara hangat dan kondisi terbuka terhadap gelombang samudra mengakibatkan pemisahan,” kata Scambos –yang pertama menyaksikan proses pemisahan tersebut pada Maret.
Citra satelit menunjukkan Beting Es Wilkins mulai runtuh pada 28 Februari. banyak data memperlihatkan bahwa bongkahan besar besar, dengan ukuran 25,5 kali 1,5 mil (2,4 kilometer), terlepas dari bagian depan barat-daya beting es tersebut, sehingga memicu pemisahan 220 mil persegi bagian dalam beting es itu. Dengan mendekatnya akhir musim pencairan pada musim panas di Kutub Selatan, banyak ilmuwan memiliki dugaan kuat bahwa Beting Es Wilkins akan kian terpisah dalam beberapa bulan mendatang. “Kondisi tak biasa ini selesai bagi musim ini,” kata Scambos. “Tetapi saat Januari datang, kami akan mengamati untuk melihat apakah Beting Es Wilkins akan kian terpisah.”
Beting Es Wilkins adalah salah satu rangkaian beting es yang telah runtuh di Semenanjung Barat Kutub Selatan dalam 30 tahun terakhir. Larsen B menjadi yang paling terkenal, karena menghilang hanya dalam waktu sekitar 30 hari pada 2002. Runtuhnya Beting Es Prince Gustav Channel, Larsen Inlet, Larsen A, Wordie, Muller dan Jones juga mempertegas pemanasan yang tak pernah terjadi sebelumnya di wilayah Kutub Selatan, kata Scambos. ( ant/xinhua )




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.