6.010 Rumah Di Kampar Terendam Banjir
26 Maret 2008 | 16:12 WIB
Pekanbaru ( Berita ) : Sekitar 6.010 rumah penduduk di 49 desa di enam kecamatan di Kabupaten Kampar, Riau terendam banjir yang melanda wilayah tersebut dalam tiga pekan terakhir ini .”Total rumah yang tergenang banjir sebanyak 6.010 di enam kecamatan” kata Bupati Kampar Burhanudin Husin, kepada ANTARA di Pekanbaru, Rabu [26/03] .
Burhanuddin Husinmenyebutkan enam kecamatan yang terendam banjir tersebut adalah Kecamatan Tambang, Siak Hulu, Perhentian Raja, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hulu, dan Gunung Sahilan.
Selain merendam ribuan rumah, maka banjir telah merusak jalan-jalan serta lahan pertanian dan perkebunan milik warga meskipun hingga saat ini belum ada laporan mengenai jumlah kerugian yang diderita akibat bencana itu.
Karena itu , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar akan melakukan inventarisasi terhadap jalan-jalan yang rusak parah akibat banjir untuk dilakukan perencanaan proses perbaikan. “Untuk di daerah bajir yang terisolasiseperti di Kampar Kiri Hulu ada beberapa titik jalan yang harus kita tinggikan,” katanya seraya menambahkan bahwa setelah proses inventarisasimaka pemkab akan mengajukan usulan ke Menko Kesra Aburizal Bakrie terkait alokasi dana penanganan pascabencana.
Namun demikian, ia belum dapat menyebutkan berapa besar usulan anggaran yang akan diajukan ke Mesko Kesra mengingat hingga saat ini belum ada data pasti mengenai jumlah kerugian akibat bencana banjir. “Yang pasti pada tahun lalu kita mendapat alokasi dana sebesar Rp3 miliar. Kita berharap untuk tahun ini lebih besar,” katanya.
Anggaran yang diajukan tersebut,menurut dia, akan digunakan untuk perbaikan jalan, perbaikan rumah masyarakat yang rusak, serta perbaikan lahan pertanian dan perkebunan milik warga yang hancur akibat banjir.
130 Desa Terendam Banjir
Sebanyak 130 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau terendam banjir sejak beberapa pekan terakhir ini .
Sukarmis menyebutkan, sembilan kecamatan yang terkena banjir diantara Kecamatan Benai, Cerenti, Gunung Toar, Inuman, Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Logas Tanah Darat, dan Kecamatan Pangean.
Sementara tiga kecamatan yang hingga saat ini belum terkena bencana banjir adalah Kecamatan Hulu Kuantan, Singingi, sertaSingingi Hilir. “Terlebih lagi debit air yang masih tinggi mencapai satu meter lebih menyulitkan pendataan dilapangan oleh petugas penanggulangan bencana,” kata Sukarmis .
Ketika ditanya mengenai upaya penanggulangan banjir , ia mengatakan pemerintah kabupaten belum dapat menemukan solusi terbaik untuk antisipasi bencana banjir tahunan yang selalu melanda di setiap musim penghujan tersebut. “Mau tidak mau saat musim penghujan pasti banjir menggenang dan merendam Kuansing secara merata,” katanya seraya menambahkan bahwa bagaimanapun upayanya maka banjir akan tetap menjadi bencana tahunan di daerah itu.
Bahkan, hingga saat ini Pemkab Kuansing juga tidak memiliki alternatif satupun terkait upaya penanggulangan banjir. “Warga sendiri juga kelihatannya sudah siap dengan bencana yang sudah terjadi sejak lama itu. Karenanya kami belum menentukan solusi apa-apa. Kalau ada yang bisa mengendalikan banjir di Kuansing ini saya siap mundur dari jabatan,” katanya berkelakar. ( ant )



Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.